KULON PROGO - Dampak musim kemarau mulai terasa di sejumlah wilayah Bumi Binangun, khususnya kawasan Perbukitan Menoreh yang kerap kesulitan akses air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo menyiapkan 220 tangki air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kulon Progo, Sugiyanto, mengungkapkan bahwa program penyaluran air bersih ini merupakan agenda rutin yang dijalankan setiap tahun untuk menanggapi bencana kekeringan yang melanda Bumi Binangun. Total 220 tangki air bersih disiapkan dengan anggaran mencapai Rp 200 juta yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari masyarakat, pemerintah, hingga swasta.
"Program ini menjadi wujud nyata pengelolaan dana umat untuk kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Sugiyanto saat ditemui di kantor Baznas Kulon Progo, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: "Cinderella" Mac Miller adalah Hasrat Liar Menuju Cinta yang Tulus
Sejak program distribusi dimulai pada Juni 2026, sebanyak 16 tangki air bersih telah berhasil disalurkan ke sejumlah kalurahan terdampak. Masing-masing tangki berkapasitas 5 ribu liter, yang mampu menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat selama kurang lebih satu minggu.
Berdasarkan data Baznas, dari 16 tangki yang telah didistribusikan, manfaatnya dirasakan oleh 493 jiwa yang tersebar dalam 243 kepala keluarga. Wilayah Perbukitan Menoreh menjadi prioritas utama, mengingat kondisi geografisnya yang berbukit dan sulit mengakses sumber air bersih saat kemarau melanda.
"Paling banyak penyaluran dilakukan di Padukuhan Clapar I, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap. Total delapan tangki telah kami salurkan ke wilayah tersebut," ungkap Sugiyanto.
Untuk memperlancar pendistribusian, Baznas menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo. Armada tangki air milik BPBD dinilai mampu menembus medan perbukitan yang kerap menjadi kendala distribusi di wilayah Menoreh.
Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada aspek transportasi, tetapi juga dalam hal pemetaan target penerima bantuan. BPBD yang rutin menerima laporan dan permintaan dari masyarakat memiliki data akurat mengenai wilayah-wilayah yang paling terdampak kekeringan.
"BPBD telah memiliki pemetaan wilayah kekeringan. Dengan demikian, bantuan dropping air dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat," jelas Sugiyanto.
Sugiyanto berharap program penyaluran air bersih ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang terdampak kekeringan di masa mendatang. Ia juga mengajak masyarakat, pemerintah, dan swasta untuk terus berpartisipasi dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah agar program-program kemanusiaan lainnya dapat terus berjalan.
Baca Juga: Guguran Lava Gunung Merapi Capai 1.700 Meter, Status Siaga Level III Masih Bertahan
"Kami akan terus memantau perkembangan kekeringan di wilayah Kulon Progo. Jika masih ada wilayah yang membutuhkan, program distribusi akan terus kami lanjutkan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Baznas masih terus melakukan pendataan dan distribusi air bersih untuk memastikan seluruh wilayah terdampak di Bumi Binangun mendapatkan akses air yang layak di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. (gas)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja