Merapi Belum Benar-Benar Tenang, 15 Guguran Lava Terjadi dalam Sehari

Editor Content • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Terekam dari CCTV Jurangjero. (Badan Geologi)
Gunung Merapi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Terekam dari CCTV Jurangjero. (Badan Geologi)

 SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya sepanjang Sabtu (8/8/2026). Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, gunung api setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada Level III atau Siaga.

Laporan aktivitas Gunung Merapi yang disusun berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG, dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sejumlah aktivitas kegempaan di kawasan Merapi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah guguran lava. Petugas mencatat 15 kali guguran lava yang meluncur ke sejumlah alur sungai di lereng Merapi.

Guguran tersebut teramati mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Boyong. Jarak luncur terjauh mencapai sekitar 2 kilometer.

Baca Juga: Cari Rumput di Bukit Klangon Sleman, Warga Kalitengah Lor Ditemukan Meninggal di Dasar Tebing

Aktivitas tersebut menjadi pengingat bahwa dinamika Merapi masih berlangsung. Di balik kondisi puncak yang terkadang terlihat tenang, proses vulkanik di dalam tubuh gunung masih terus bergerak.

Secara visual, Merapi terpantau jelas hingga tertutup kabut pada tingkat tertentu. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat.

Suhu udara berada pada kisaran 16 hingga 24,9 derajat Celsius. Sementara kelembapan tercatat antara 59,7 hingga 93,8 persen.

Dari sisi kegempaan, aktivitas Merapi juga cukup dinamis. Tercatat 81 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-39 milimeter dan durasi 30,4-160,6 detik.

Baca Juga: Senam Pagi Berujung Petaka di Sleman, Tembok SDN Minomartani 2 Roboh Timpa 10 Warga

Selain itu, terjadi 84 kali gempa hybrid atau fase banyak, 12 kali gempa vulkanik dangkal, serta dua kali gempa tektonik jauh.

Gempa hybrid tercatat memiliki amplitudo 2-36 milimeter dengan durasi 7,45-49,87 detik. Sedangkan gempa vulkanik dangkal memiliki amplitudo 4-80 milimeter dan durasi 9,96-18,92 detik.

Data pemantauan tersebut menunjukkan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu terjadinya awanpanas guguran (APG) di kawasan yang masuk zona potensi bahaya.

Potensi bahaya guguran lava dan awanpanas terutama berada di sektor selatan-barat daya. Kawasan yang perlu diwaspadai mencakup alur Sungai Boyong hingga maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer.

Baca Juga: Kabut Tebal Selimuti Kulon Progo Setiap Pagi, Warga Diminta Waspada Saat Berkendara

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya berada di sekitar Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik juga berpotensi mencapai radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya. Warga juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan awanpanas guguran, terutama ketika hujan turun di kawasan Gunung Merapi.

Ancaman abu vulkanik juga tetap perlu diantisipasi karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun transportasi apabila terjadi erupsi.

Baca Juga: Aduan Evakuasi Nonkebakaran di Jogja Melonjak, Damkarmat Mulai Selektif Tangani Laporan

Status Gunung Merapi Level III (Siaga) masih berlaku. Perubahan tingkat aktivitas akan ditinjau kembali apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Merapi, kewaspadaan menjadi langkah penting. Merapi boleh tampak tenang dari kejauhan, tetapi aktivitas di dalam tubuhnya masih terus dipantau.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG Yogyakarta
Erupsi hari ini Letusan gunung merapi Merapi Hari Ini Gunung Merapi hari ini