SLEMAN - Puncak kompetisi dance terbesar tahun ini tiba. Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 akan menggelar grand final di kawasan Candi Prambanan, Sleman, pada 30 Agustus 2026. Tujuh tim terbaik dari berbagai penjuru Indonesia siap bertarung memperebutkan gelar juara, hadiah uang tunai Rp50 juta, serta kesempatan emas terbang ke Jepang.
Perjalanan panjang kompetisi ini telah melewati berbagai tahapan, mulai dari submission, audisi, hingga enam babak semifinal regional. Kini, tujuh nama terbaik telah terpilih: InMotion Dance House (Medan), ArteeZ (Jabodetabek), Mystylez Crew (Jawa Barat), Waackanizm (Jawa Tengah), Sunkiss Dance Crew (Jawa Timur), Zenith (Sulawesi), serta A-Youngz (Jabodetabek) yang lolos melalui jalur Brand's Choice Wildcard.
Kompetisi ini tidak sekadar ajang adu gerakan. Komix Herbal mengusung semangat #DanceOnCoughOff untuk mendorong generasi muda membangun kebiasaan aktif melalui aktivitas yang mereka sukai.
Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, menjelaskan bahwa dance dipilih karena dekat dengan keseharian anak muda melalui musik, komunitas, dan ekspresi diri. "Dance bukan hanya soal kompetisi atau kemampuan di atas panggung, tetapi juga tentang bergerak, berekspresi, bertemu komunitas, dan membangun kebiasaan aktif dengan cara yang menyenangkan," ujarnya di Sleman (28/8/2026).
Baca Juga: Peter Cullen, Suara Ikonik Optimus Prime, Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun
Dokter Olahraga dr. Ikhwan Zein, Sp.KO., Subsp.ALK (K), Ph.D. menekankan bahwa membangun kebiasaan aktif tidak harus dimulai dengan olahraga berat. Dance dengan durasi 15 menit menjadi ajakan sederhana untuk mulai bergerak di tengah rutinitas.
"Ketika dilakukan secara rutin dengan durasi dan intensitas yang sesuai, dance dapat memberikan stimulus bagi sistem kardiorespirasi—kerja jantung, paru, dan sirkulasi tubuh," jelasnya.
World Health Organization (WHO) merekomendasikan orang dewasa usia 18-64 tahun melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang 150-300 menit per minggu. Namun, memulai dari jumlah kecil lalu bertahap meningkatkan frekuensi dan intensitas tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
POTEK Dance Fest tahun ini mengangkat tema "Modern with Indonesian Heritage". Para peserta ditantang mengeksplorasi identitas budaya Indonesia melalui koreografi, musik, kostum, dan ekspresi panggung yang tetap relevan dengan perkembangan dance modern.
Baca Juga: Relate dan Tembus Jutaan Views, Mengapa Konten Galau Begitu Mudah Viral di Media Sosial?
Kehadiran Ibuki, international dancer asal Jepang, sebagai juri internasional menambah warna kompetisi. "Saya berharap para finalis berani mengeksplorasi ide, percaya pada identitas mereka, dan menikmati kesempatan tampil di panggung Grand Final," paparnya.
Di kawasan Candi Prambanan yang megah, tujuh finalis akan mempertunjukkan perpaduan teknik, musikalitas, kekompakan, kreativitas, dan storytelling dalam satu karya yang memiliki identitas kuat.
"Perjalanan ke berbagai kota membuat kami melihat betapa luasnya potensi generasi muda Indonesia. Grand Final menjadi perayaan atas kreativitas dan perjalanan mereka selama Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026," tutup Andry.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Malioboro