Siloam Hospitals Yogyakarta Perkuat Layanan Ibu dan Anak Lewat Simposium 2026

Editor Content • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:55 WIB
Siloam Hospitals Yogyakarta, Siloam Simposium 2026, Kesehatan Ibu dan Anak, Yogyakarta, Layanan Kesehatan
Siloam Hospitals Yogyakarta, Siloam Simposium 2026, Kesehatan Ibu dan Anak, Yogyakarta, Layanan Kesehatan

YOGYAKARTA – Siloam Hospitals Yogyakarta bersama RS Siloam Sriwijaya Palembang menggelar Siloam Simposium Yogyakarta 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan yang digelar pada 30 Agustus 2026 tersebut mengusung tema “Next-Level Care for Mom & Child: Integrating Innovation in Maternal and Pediatric Services.” Simposium diikuti sekitar 100 dokter dan tenaga kesehatan dari Yogyakarta dan sekitarnya.

Periode neonatal, yakni 28 hari pertama kehidupan, menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan. Fase tersebut dinilai sangat menentukan kelangsungan hidup sekaligus kondisi kesehatan anak pada masa berikutnya.

Data World Bank 2024 mencatat angka kematian neonatal di Indonesia berada pada angka 9 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan maternal dan pediatrik yang berkualitas.

Melalui simposium ini, para peserta mendapatkan pembaruan mengenai perkembangan ilmu dan pendekatan klinis dalam menangani berbagai persoalan kesehatan ibu dan anak.

Bahas Infertilitas hingga Kesehatan Neonatal

Baca Juga: Angka Pernikahan Indonesia Terus Anjlok, Mengapa Anak Muda Ragu Menikah?

Siloam Simposium Yogyakarta 2026 menghadirkan empat sesi ilmiah yang membahas sejumlah persoalan dalam layanan kesehatan ibu dan anak.

Materi yang disampaikan mencakup penerapan precision reproductive medicine dalam penanganan infertilitas dan in vitro fertilization (IVF), pendekatan minimal invasif pada kasus ginekologi, perawatan neonatal, serta perkembangan pemahaman mengenai atopic march, alergi makanan, dan dermatitis atopik pada anak.

Salah satu materi mengenai infertilitas dan IVF disampaikan dr. Oriza Zulkarnain, SpOG., Subsp. FER., D.MAS, F.MAS.

Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti dalam perkembangan teknologi reproduksi berbantu. Penanganan juga perlu disesuaikan dengan kondisi setiap pasien

“Perkembangan teknologi reproduksi berbantu perlu diiringi dengan pendekatan yang berbasis bukti dan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Dalam penanganan infertilitas dan IVF, pemahaman yang komprehensif terhadap faktor penyebab serta respons pasien terhadap terapi menjadi kunci untuk menentukan strategi yang paling tepat dan meningkatkan luaran reproduksi,” ujar dr. Oriza.

Sementara itu, aspek perawatan neonatal dibahas oleh dr. Juliani, Sp.A (K), M.Kes, FISQua.

Menurutnya, periode neonatal merupakan fase yang sangat menentukan karena berbagai kondisi kesehatan yang muncul pada hari-hari pertama kehidupan dapat memberikan dampak hingga masa mendatang.

“Periode neonatal merupakan fase yang sangat kritis dalam kehidupan seorang anak, karena berbagai kondisi yang terjadi pada hari-hari pertama dapat memengaruhi kesehatan dan perkembangan di kemudian hari,” jelas dr. Juliani.

Ia menambahkan, deteksi dini, pemantauan kondisi secara tepat, serta pemberian intervensi yang sesuai menjadi bagian penting dalam meningkatkan hasil perawatan neonatal dan kualitas hidup anak.

Baca Juga: Jamur Krispi Cabai Garam, Menu Hemat Anak Kos yang Wajib Direcook

Hadirkan Empat Dokter Spesialis

Selain dr. Oriza dan dr. Juliani, simposium tersebut juga menghadirkan dua dokter spesialis lainnya.

dr. Eduardus Raditya Kusuma Putra, Sp.OG, M.M., M.H., FISQua, FESICOG, membawakan materi berjudul “Common Gynecologic Conditions in Primary Care: Which Patients Need Minimally Invasive Surgery?”

Sementara dr. Edy Novery, SpA, Subsp. A. Im (K), M.Kes, membahas topik “The Atopic March in Pediatrics: Analyzing the Causal Link Between Food Allergy and Atopic Dermatitis”.

Keempat sesi tersebut memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk memperbarui pemahaman mengenai pilihan tata laksana dalam praktik klinis.

Pembahasan juga menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dan berbasis bukti dalam menangani berbagai kondisi kesehatan ibu dan anak.

Siloam Dorong Kolaborasi Tenaga Kesehatan

Sales Associate Director Siloam International Hospitals, Angelia Agustine, mengatakan penyelenggaraan simposium merupakan bagian dari komitmen Siloam untuk mendorong pertukaran pengetahuan di antara tenaga kesehatan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan yang aplikatif dan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama untuk ibu dan anak.

Menurutnya, pengembangan kompetensi tenaga medis secara berkelanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadirkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.

Komitmen tersebut juga dilakukan Siloam melalui pengembangan empat jaringan pelayanan kesehatan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat dengan karakteristik berbeda.

Jaringan Premium Specialist diarahkan sebagai pusat layanan spesialis dan subspesialis dengan standar internasional. Sementara Premium Generalist menyediakan layanan medis umum dan spesialis secara menyeluruh.

Baca Juga: Resmi Dijual, Pizza Hut Memasuki Babak Baru Setelah Transaksi Rp44 Triliun

Siloam juga memiliki Value Seeker yang memberikan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas dengan biaya lebih terjangkau. Adapun Community Generalist berfokus pada pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Penguatan kolaborasi antarfasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pemanfaatan inovasi menjadi bagian dari strategi Siloam untuk meningkatkan kualitas layanan.

Melalui Siloam Simposium Yogyakarta 2026, Siloam berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman antartenaga kesehatan dapat terus berkembang. Upaya tersebut diharapkan mendukung penerapan praktik klinis yang berkualitas sekaligus meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan kualitas hidup pasien.



Editor : Bahana.
Siloam Hospitals Yogyakarta Siloam Simposium 2026 Kesehatan Ibu dan Anak Layanan Kesehatan yogyakarta