Yonif TP 468 Satria Sadewo Tempati Markas Sementara di Wates Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:17 WIB
CEK: Bupati Kulon Progo meninjau bangunan eks SMPN 1 Wates Kulon Progo dan SDN Percobaan IV yang digunakan untuk barak militer. (ANOM BAGASKORO/Radar Jogja)
CEK: Bupati Kulon Progo meninjau bangunan eks SMPN 1 Wates Kulon Progo dan SDN Percobaan IV yang digunakan untuk barak militer. (ANOM BAGASKORO/Radar Jogja) 

 KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo secara resmi meminjamkan dua kompleks bangunan eks sekolah dasar dan menengah sebagai lokasi markas sementara bagi satuan militer yang baru dibentuk di wilayah tersebut.

​Fasilitas pendidikan yang dialihfungsikan sementara tersebut meliputi bekas gedung SMP Negeri 1 Wates serta SDN Percobaan IV Kulon Progo yang berlokasi tepat di sisi timur Markas Kodim 0731 Kulon Progo.

​Bangunan bekas sekolah tersebut kini resmi menampung ratusan personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 468/Satria Sadewo selama proses penyiapan markas permanen mereka berjalan.

​Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, turun langsung meninjau ke lokasi untuk melihat secara rinci kondisi serta kesiapan fasilitas bekas sekolah yang kini dijadikan barak prajurit TNI tersebut.

​Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan sarana pendukung dan kelayakan bangunan tetap terjaga dengan baik, meskipun status penggunaannya kini telah beralih menjadi markas militer sementara.

​Agung menjelaskan bahwa dua kompleks sekolah tersebut sebelumnya memang aktif dipergunakan oleh ratusan siswa sebelum akhirnya direlokasi ke kawasan fasilitas pendidikan terpadu di Wates.

​Menurut keterangannya, seluruh aset fisik bangunan gedung merupakan milik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, sementara status kepemilikan tanahnya berada di bawah naungan Sultan Ground atau Paku Alam Ground.

​Pihak Pemkab Kulon Progo memberikan izin peminjaman sementara ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program strategis nasional yang digagas oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

​Agung mengungkapkan bahwa kawasan bekas sekolah tersebut sebenarnya telah masuk dalam perencanaan jangka panjang pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi kawasan fasilitas umum penyangga Alun-Alun Wates.

​Apabila anggaran daerah telah tersedia di masa mendatang, Pemkab Kulon Progo berencana menyulap area strategis itu menjadi pusat kuliner terpadu serta kantong parkir bagi pengunjung pusat kota.

​Namun, sebelum alokasi anggaran dan pembangunan fisik fasilitas umum tersebut direalisasikan, pemerintah daerah memilih untuk mengoptimalkan pemanfaatan bangunan bagi keperluan barak prajurit TNI.

​Terkait lokasi markas utama permanen untuk Yonif TP 468/Satria Sadewo, pihak pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya keputusan penetapan lahan kepada jajaran Kodim serta pimpinan Yonif.

​Saat ini sudah ada beberapa usulan lokasi calon markas permanen yang sedang dikaji mendalam, salah satunya berada di kawasan Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.

​Bupati menilai kondisi fisik gedung bekas sekolah masih sangat layak huni karena baru berstatus kosong sekitar satu tahun sejak kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke lokasi baru.

​Meskipun membutuhkan sedikit perbaikan berskala kecil pada beberapa sudut ruangan, seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan gedung sepenuhnya ditanggung oleh pihak Yonif TP 468.

​Kehadiran ratusan prajurit TNI di Bumi Binangun disambut hangat oleh Bupati Agung Setyawan, yang meyakini kehadiran satuan militer ini akan membawa dampak positif bagi daerah.

​Selain menjadi teladan disiplin bagi masyarakat, keberadaan barak militer di kawasan kota Wates diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal dan UMKM di sekitarnya.

​Sementara itu, Komandan Yonif TP 468/Satria Sadewo, Letkol Inf Edwin Adriabudi, menyampaikan bahwa satuan yang dipimpinnya dibentuk khusus untuk memperkuat benteng pertahanan di tingkat kabupaten.

​Tidak hanya fokus pada aspek pertahanan dan pertempuran, satuan ini juga mengemban amanat untuk bersinergi serta memfasilitasi berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.

​Letkol Inf Edwin menyebutkan saat ini sebanyak 449 prajurit telah secara resmi menghuni barak sementara, di mana mayoritas personel merupakan prajurit muda lulusan pendidikan Bintara dan Tamtama.

​Selama beberapa bulan ke depan, para prajurit akan tetap beraktivitas di kompleks eks sekolah Wates sembari menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pimpinan Kementerian Pertahanan.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Berita Kulon Progo Yonif 468 Satria Sadewo TNI AD kulon progo Wates Kulon Progo