KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo secara resmi meminjamkan dua kompleks bangunan eks sekolah dasar dan menengah sebagai lokasi markas sementara bagi satuan militer yang baru dibentuk di wilayah tersebut.
Fasilitas pendidikan yang dialihfungsikan sementara tersebut meliputi bekas gedung SMP Negeri 1 Wates serta SDN Percobaan IV Kulon Progo yang berlokasi tepat di sisi timur Markas Kodim 0731 Kulon Progo.
Bangunan bekas sekolah tersebut kini resmi menampung ratusan personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 468/Satria Sadewo selama proses penyiapan markas permanen mereka berjalan.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, turun langsung meninjau ke lokasi untuk melihat secara rinci kondisi serta kesiapan fasilitas bekas sekolah yang kini dijadikan barak prajurit TNI tersebut.
Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan sarana pendukung dan kelayakan bangunan tetap terjaga dengan baik, meskipun status penggunaannya kini telah beralih menjadi markas militer sementara.
Agung menjelaskan bahwa dua kompleks sekolah tersebut sebelumnya memang aktif dipergunakan oleh ratusan siswa sebelum akhirnya direlokasi ke kawasan fasilitas pendidikan terpadu di Wates.
Menurut keterangannya, seluruh aset fisik bangunan gedung merupakan milik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, sementara status kepemilikan tanahnya berada di bawah naungan Sultan Ground atau Paku Alam Ground.
Pihak Pemkab Kulon Progo memberikan izin peminjaman sementara ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program strategis nasional yang digagas oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Agung mengungkapkan bahwa kawasan bekas sekolah tersebut sebenarnya telah masuk dalam perencanaan jangka panjang pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi kawasan fasilitas umum penyangga Alun-Alun Wates.
Apabila anggaran daerah telah tersedia di masa mendatang, Pemkab Kulon Progo berencana menyulap area strategis itu menjadi pusat kuliner terpadu serta kantong parkir bagi pengunjung pusat kota.
Namun, sebelum alokasi anggaran dan pembangunan fisik fasilitas umum tersebut direalisasikan, pemerintah daerah memilih untuk mengoptimalkan pemanfaatan bangunan bagi keperluan barak prajurit TNI.
Terkait lokasi markas utama permanen untuk Yonif TP 468/Satria Sadewo, pihak pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya keputusan penetapan lahan kepada jajaran Kodim serta pimpinan Yonif.
Saat ini sudah ada beberapa usulan lokasi calon markas permanen yang sedang dikaji mendalam, salah satunya berada di kawasan Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.
Bupati menilai kondisi fisik gedung bekas sekolah masih sangat layak huni karena baru berstatus kosong sekitar satu tahun sejak kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke lokasi baru.
Meskipun membutuhkan sedikit perbaikan berskala kecil pada beberapa sudut ruangan, seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan gedung sepenuhnya ditanggung oleh pihak Yonif TP 468.
Kehadiran ratusan prajurit TNI di Bumi Binangun disambut hangat oleh Bupati Agung Setyawan, yang meyakini kehadiran satuan militer ini akan membawa dampak positif bagi daerah.
Selain menjadi teladan disiplin bagi masyarakat, keberadaan barak militer di kawasan kota Wates diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal dan UMKM di sekitarnya.
Sementara itu, Komandan Yonif TP 468/Satria Sadewo, Letkol Inf Edwin Adriabudi, menyampaikan bahwa satuan yang dipimpinnya dibentuk khusus untuk memperkuat benteng pertahanan di tingkat kabupaten.
Tidak hanya fokus pada aspek pertahanan dan pertempuran, satuan ini juga mengemban amanat untuk bersinergi serta memfasilitasi berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Letkol Inf Edwin menyebutkan saat ini sebanyak 449 prajurit telah secara resmi menghuni barak sementara, di mana mayoritas personel merupakan prajurit muda lulusan pendidikan Bintara dan Tamtama.
Selama beberapa bulan ke depan, para prajurit akan tetap beraktivitas di kompleks eks sekolah Wates sembari menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pimpinan Kementerian Pertahanan.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja