RADAR MALIOBORO - Akhir-akhir ini media sosial dan platform media massa sedang ramai membicarakan tren baru dari kalangan remaja di Indonesia.
Doom spending adalah tren baru dimana seseorang melakukan proses belanja yang berlebihan dan bersifat implusif, kegiatan ini memberikan rasa bahagia terhadap seseorang yang bersifat sementara.
Fenomena Doom Spending terjadi karena setres berlebih yang di hadapi seseorang, kondisi ekonomi, tuntutan sosial, pekerjaan dan lainya, membuat seseorang merasa berat untuk menahan rasa ingin berbelanja.
Fenomena ini tentu menjadi perhatian serius, doom spending membuat seseorang merasakan kebahagiaan yang naik secara drastis yang sering di sebut instant dopamine booster.
Menurut pengamat psikolog, ini berbahaya karena ketika proses belanja telah selesai dan seseorang harus menghadapi rutinitas pekerjaan dan rutinitas lainya seseorang akan di hadapkan dengan masalah dan perasaan stress.
Ditambah usia milenial dan Gen-z yang tidak memiliki tanggungan ekonomi, sehingga membuat mereka merasa bebas dan tidak memikirkan masa depan.
Ini menjadi trend fomo baru di indonesia, Pergerakan kemajuan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan mudahnya seseorang dalam mengakses platfoam e-commerce melalui pembayaran digital, memudahkan setiap orang untuk melakukan transaksi jual beli.
ternayata teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya merubah cara hidup manusia tetapi juga merubah gaya hidup mereka.
Gen z dan milenial adalah generasi yang dekat dengan teknologi mereka memilih hidup dengan mudah dan fleksibel.
Pandemi covid 19 menjadi awal mula adopsi Gen z dan milenial melakukan tren belanja Doom spending.
covid 19 menghantam Indonesia pada tahun 2020 karena ketertasan aktivitas di luar rumah inilah yang membuat hingga trend sampai hari ini menjadi trend baru dalam kehidupan sosial masyarakat. (Riko Alamsyah)