Ungkapan bahwa sakit gigi terasa lebih menyiksa dibandingkan sakit hati ternyata cukup sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Meski sama-sama menimbulkan penderitaan, banyak orang menganggap rasa nyeri pada gigi jauh lebih mengganggu aktivitas.
Sakit hati umumnya berkaitan dengan kondisi emosional. Seseorang yang sedang mengalami patah hati memang bisa kehilangan semangat atau merasa sedih, tetapi secara fisik masih memiliki keleluasaan untuk melakukan berbagai aktivitas.
Kondisi berbeda dapat dirasakan ketika seseorang mengalami sakit gigi, terutama jika rasa nyerinya cukup berat. Nyeri tersebut dapat membuat aktivitas sederhana seperti makan, minum, tidur, bahkan duduk atau berbaring terasa tidak nyaman.
Gambaran tersebut juga banyak disampaikan warganet melalui media sosial.
"Sakit gigi rebahan salah, duduk salah, mau apa aja salah, pokoknya tetap sakit," tulis salah seorang pengguna akun @favoritkuu_.
Baca Juga: AHM Bawa Pendidikan Vokasi Berstandar Industri ke Ujung Timur Indonesia
Rasa sakit pada gigi dapat muncul akibat berbagai kondisi, salah satunya peradangan atau gangguan pada jaringan saraf gigi. Pada kasus tertentu, rasa nyeri bahkan dapat terasa hingga area rahang, wajah, kepala, atau telinga.
Sensasi nyeri yang terus muncul juga bisa membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Aktivitas yang biasanya sederhana pun dapat terasa jauh lebih berat karena perhatian terus tertuju pada rasa sakit.
Hal tersebut turut dirasakan oleh pengguna media sosial lainnya.
"Jauh mah sakit gigi kayak roh mau lepas dari badan," tulis pemilik akun @delounge08.
Tak hanya mengganggu aktivitas, sakit gigi juga dapat membuat seseorang kesulitan mendapatkan istirahat yang cukup. Rasa nyeri yang muncul terutama pada malam hari dapat membuat penderita kesulitan menemukan posisi tidur yang nyaman.
Dalam kondisi patah hati, seseorang masih bisa mencoba mengalihkan perhatian dengan berbagai cara, seperti berbincang dengan teman, menonton film, melakukan hobi, atau menikmati makanan favorit.
Namun, strategi semacam itu belum tentu mudah dilakukan ketika seseorang sedang mengalami sakit gigi. Keinginan untuk makan makanan favorit justru bisa terhambat karena aktivitas mengunyah dapat memperparah rasa tidak nyaman.
Persoalan lainnya adalah penanganannya. Jika masalah emosional umumnya membutuhkan waktu dan dukungan untuk pulih, keluhan sakit gigi yang disebabkan masalah pada gigi atau jaringan di sekitarnya sebaiknya mendapat pemeriksaan dari dokter gigi.
Baca Juga: Tingkah Mingyu SEVENTEEN Bikin Fans Geleng-Geleng, dari Lap Mulut Pakai Tisu Bekas hingga Makanannya
Sebagian orang bahkan merasa cemas sebelum menjalani perawatan karena membayangkan prosedur seperti suntikan anestesi atau penggunaan alat perawatan gigi.
Meski begitu, tingkat rasa sakit tentu berbeda pada setiap orang. Tidak semua sakit gigi memiliki intensitas yang sama, begitu pula pengalaman seseorang ketika menghadapi patah hati.
Pada akhirnya, perdebatan mengenai mana yang lebih menyakitkan antara sakit gigi dan sakit hati mungkin tidak memiliki jawaban mutlak. Namun, satu hal yang pasti, nyeri gigi yang berat memang dapat sangat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup seseorang.