Dongkrak Ekonomi Lokal, DPRD Kota Jogja Wadahi Pengembangan Kuliner Tradisional Jadi Daya Tarik Wisa

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:00 WIB
Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Oleg Yohan - FOTO// DOKUMENTASI PRIBADI 
Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Oleg Yohan - FOTO// DOKUMENTASI PRIBADI 

JOGJA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja menegaskan komitmennya mendukung pengembangan kuliner lokal sebagai daya tarik wisata. Langkah strategis tersebut diintegrasikan dengan nilai sejarah, budaya, dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Oleg Yohan mengatakan, salah satu wujud nyata dorongan tersebut telah diarahkan pada optimalisasi kawasan Museum Monumen Pangeran Diponegoro. Ruang publik di Kemantren Tegalrejo itu memiliki program rutin bernama Latar Rejo.

Program tersebut resmi diluncurkan pada Minggu (23/8/2026) dengan menggandeng 65 pelaku usaha. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi penikmat kuliner dengan sajian tradisional khas Jogjakarta. Seperti gudeg, bakmi jawa, kudapan khas angkringan, berbagai jajanan pasar, dan minuman rempah.

Oleg menyatakan, lewat program tersebut pihaknya juga memiliki misi untuk menjadikan Museum Monumen Pangeran Diponegoro sebagai ruang publik terpadu. Supaya kawasan museum tidak hanya edukatif dan interaktif, namun juga dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Lagu "Astaga Bercanda" Mendunia, Thomas Müller hingga Seunghan Ikut Ramaikan Tren TikTok

“Selaku dewan, tentu saja kami mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini tuh ada di kemantren-kemantren, yang kemudian bisa menjadi daya ungkit nilai ekonomi,” ujar Oleg, Senin (31/8/2026).

Oleg menegaskan bahwa jajaran legislatif khususnya Komisi B yang mengawal sektor pariwisata, kebudayaan, UMKM, perdagangan akan terus mendorong penuh hadirnya ruang-ruang kreatif. Khususnya yang bisa memadukan pelestarian cagar budaya dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

Politikus Partai Nasdem ini juga memastikan, pihaknya akan terus bersinergi dengan organisasi perangkat daerah seperti Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM dan Dinas Pariwisata untuk memunculkan ruang-ruang serupa di kemantren lain. Supaya setiap wilayah memiliki ciri khas masing-masing untuk menarik minat wisatawan.

“Kami sangat berharap kegiatan seperti Latar Rejo ini menjadi salah satu event kalender tahunan,” tegasnya.  (inu)

Editor : Bahana.
DPRD Kota Jogja pekot jogja wisata kuliner