KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten di Alun-alun Klaten, Selasa (28/7/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dan diikuti Forkopimda, ASN, pelajar, serta ribuan warga. Hadir pula tamu kehormatan, Bupati Sleman (Provinsi DIY) Harda Kiswaya, dan Bupati Gayo Lues (Provinsi Aceh), Suhaidi S.Pd., M.Si.
Mengusung tema "Sahita Hamemayu Raharja" yang memiliki arti “Bersama Memelihara Kesejahteraan Masyarakat”, peringatan HUT tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan sejarah dan memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Untuk memeriahkan upacara, dipentaskan pragmen hari jadi Klaten yang menceritakan tentang sejarah berdirinya Kabupaten Klaten, hingga perkembangannya sekarang. Juga ditampilkan Tari Beksan yakni Tari Saman yang merupakan yang merupakan tari kebanggaan masyarakat Kabupaten Gayo Lues ( Aceh ). Tari ini menggambarkan pesan keagamaan, sosial masyarakat dan komunikasi keberagaman.
Sementara itu, untuk menandai har jadi, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Klaten, dan penandatanganan kerja sama bidang perkebunan dan pertanian antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dengan Pemkab Gayo Lues. Gayo Lues merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh. Pemda yang beribu kota di Blangkejeren ini merupakan kabupaten baru yang terbentuk pada tahun 2002 dan merupakan pemkab pemekaran dari Kabupaten Aceh Tenggara.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa perayan hari jadi ini kali ini sangat istimewa, dan menjadi bukti ketangguhan Klaten sebagai daerah dengan sejarah panjang dan budaya yang kuat.
Baca Juga: Siap-Siap! NO NA Bakal Comeback Lewat Single "Honk", Bawa Nostalgia Angkot Y2K
"Klaten lahir dari semangat para pendahulu yang membangun dari nol. Hari ini tugas kita adalah melanjutkan dengan nilai Bersinar: Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, dan Religius," ujar Mas Bupati-- panggilan akrab Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Memaknai tema Hari Jadi Kabupaten Klaten yang diambil tahun ini "Sahita Hamemayu Raharja", adalahl untuk menggambarkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan komitmen bersama untuk menjaga, serta meningkatkan kemakmuran warga Klaten.
Kepada wartawan, Mas Bupati mengatakan, pada satu tahun terakhir di usia yang ke 222 ini, Klaten telah mencapai kinerja yang membanggakan. Sedikitnya dalam satu tahun terakhir berhasil meraih 20 penghargaan, baik dari tingkat provinsi maupun nasional. "Apresiasi dari banyak pihak ini, menjadi bukti bahwa kita mampu bekerja dengan baik. Tentu ini juga bukan karena saya sebagai seorang bupati. Tapi ini merupakan hasil kerja kolektif dari semua pihak, bersama masyarakat Klaten," ujar Mas Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Bupati juga menyampaikan beberapa program unggulan yang menjadi layanan kepada masyarak. Untuk dunia pendidikan telah diluncurkan program beasiswa sekolah gratis kepada siswa siswi SD dan SMP. Bidang Kesehatan, ada aplikasi Matur Dokter untuk kesehatan 24 jam. Kependudukan ada layanan SAKURA untuk administrasi kependudukan, serta portal pariwisata APIK.
Layanan Publik dan Administrasi SAKURA (Sistem Layanan Online Disdukcapil) adalah layanan pengurusan dokumen kependudukan secara daring yang mudah dan cepat. Kemudian IKD (Identitas Kependudukan Digital) adalah untuk aktivasi identitas kependudukan dalam bentuk digital untuk kemudahan akses.
Sedangkan untuk sektor Pariwisata dan Ekonomi, ada Portal APIK: Pusat informasi wisata, akses jalan, pilihan kuliner, hingga belanja produk lokal dan batik khas Klaten.
Program unggulan lainnya adalah Sikendi Klaten, yakni Portal informasi lowongan kerja dan pelatihan keahlian kerja bagi masyarakat.
Untuk menutup kegiatan upacara, Mas Bupati bersama Forkopimda Klaten menyerahkan bantuan sosial kepada 222 anak yatim piatu berupa sembako dan uang total senilai Rp 111 juta. Juga menyerahkan bantuan 60 unit kursi roda kepada yang membutuhkan.
Usai upacara, Mas Bupati didampingi Pj Sekda Klaten dan beberapa kepala OPD menyempatkan mengunjungi benda petilasan bersejarah di sekitar Alun Alun Klaten, antara lain ke Titik Nol Klaten yang berada di Jalan Pemuda No.02, Tegalputihan, Bareng Klaten Tengah (Sekitar 100 Meter Sebelah Timur Proliman / Matahari Klaten), dan ke Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten yang notabene di dalam gedung terdapat sendang kuno bernama Sendang Kanjengan.
Baca Juga: Keigo Higashino: Maestro Misteri Jepang yang Mengawinkan Presisi Sains dan Empati Manusia
Salah satu tamu kehormatan, Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Klaten yang dengan segala upaya bupati, sehingga Klatem menjadi dinamis. " Dengan menyaksikan upacara hari jadi Klaten yang ke 222 ini, saya melihat adanya kreatifitas yang tinggi dari sebuah kabupaten yang berbatasan langsung dengan kabupaten kami ( Sleman ), Klaten menunukkan dinamika yang pantas untuk diapresiasi," kata Harda--panggilan akrab Bupati Sleman kepada Radar Malioboro Jawa Pos Grup.
Harda berharap, kedepan Sleman bisa bekerja sama dengan Klaten. Karena selain berbatasan langsung, juga memiliki kesamaan yang sama sama memiliki wilayah di kaki Gunung Merapi. "Nantinya kolaborasi bisa tentang pembangunan insfrastruktur di wilayah perbatasan. Selain itu juga bisa bekerja sama perihal mitigasi kebencanaan yang sama sama kita ini berada di wilayah rawan bencana Gunung Merapi," tuturnya.
Pengunjung tampak antusias mengikuti pelaksanaan upacara. Para peserta upacara, seluruhnya mengenakan baju khas Klaten: Lurik. Bahasa yang digunakan dalam upacara, adalah bahasa Jawa Halus. "Senang bisa ikut merayakan Hari Jadi Klaten ke-222 ini. Semoga Klaten semakin maju dan mata airnya tetap lestari, pertaniannya juga semakin maju. Karena potensi yang dimiliki Klaten banyak kesamaan dengan wilayah kami (Gayo Lues)," kata Bupati Gayo Lues, Suhaidi kepada Radar Malioboro Jawa Pos Grup. (jko)
Editor : Bahana.