UNGARAN – Suasana kampus Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta berbeda dari biasanya. Sebanyak 825 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 berkumpul, bukan hanya untuk mendengar ceramah di dalam kelas, melainkan untuk menjelajah langsung ke hamparan kebun dan hutan di SEAT Ungaran, Jawa Tengah. Mereka mengikuti Orientasi Kenal Kampus dan Kebun (Okkabun) 2026, sebuah kegiatan khas yang menjadi gerbang awal perjalanan mereka di dunia agroindustri.
Bagi Instiper, Okkabun bukan sekadar seremoni penyambutan. Kegiatan ini dirancang sebagai instrumen andragogis terencana, sebuah jembatan yang menghubungkan dunia sekolah menengah dengan dunia perguruan tinggi dan industri modern. Mahasiswa baru tidak hanya dikenalkan pada kampus, tetapi juga pada kebun, hutan, dan seluruh ekosistem yang akan menjadi rumah intelektual mereka selama beberapa tahun ke depan.
Rangkaian kegiatan Okkabun 2026 terbagi dalam tiga fase intensif: Pra-Okkabun, pelaksanaan Okkabun, dan Pasca-Okkabun. Melalui mekanisme pembiasaan yang konsisten, mahasiswa baru dibimbing untuk menginternalisasi 8 Nilai Budaya Instiper, yaitu Integrity, Nationality, Scientific, Trust, Influence, Professional, Excellence, dan Respect. Nilai-nilai ini bukan sekadar hafalan, melainkan karakter yang ingin ditanamkan hingga mengakar dalam diri setiap lulusan.
Proses pembentukan karakter tersebut bertumpu pada empat pilar utama: fisik, mental, logical thinking, dan creativity. Berbagai agenda komprehensif telah disiapkan untuk menguji dan mengasah keempat pilar itu. Mulai dari pelatihan kedisiplinan, perjalanan jelajah alam sejauh 5 kilometer dalam sustainable landscape observatorium track, hingga simulasi ketangkasan malam hari melalui edutrail. Semua dirancang untuk menempa mahasiswa menjadi pribadi yang tangguh dan adaptif.
Tidak hanya ketahanan fisik dan mental, kreativitas serta inovasi mahasiswa juga diwadahi melalui ajang kompetisi ilmiah Clash of Agro Champions serta panggung kreativitas Instiper Talent dan Gebyar Talenta. Di sini, mahasiswa baru diajak untuk berani tampil, berkreasi, dan menunjukkan potensi terbaik mereka. Suasana kebersamaan pun terasa hangat, seolah mereka telah menjadi keluarga sejak hari pertama.
Baca Juga: SBS Rilis Teaser ‘Doctor X: The Era of the White Mafia’, Kim Jiwon Jadi Ahli Bedah Jenius
Dr. Ir. Adi Ruswanto, MP., selaku ketua panitia Okkabun sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, menjelaskan bahwa metode pembelajaran langsung atau experiential learning di SEAT Ungaran menjadi kunci. "Melalui metode pembelajaran langsung di SEAT Ungaran, mahasiswa baru yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia dapat mempelajari secara langsung berbagai komoditas perkebunan dan kehutanan serta hortikultura sebelum nantinya akan belajar teori di kelas. Dengan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman secara langsung memudahkan mahasiswa memahami ilmu yang nantinya akan dipelajari di kuliah," ujarnya.
Rektor Instiper Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membentuk karakter mahasiswa agar siap menjadi pemimpin masa depan di industri perkebunan dan kehutanan. Di SEAT Ungaran, para mahasiswa diperkenalkan pada praktik pengelolaan kebun yang baik, hingga pemanfaatan teknologi modern seperti drone, internet of things, serta interpretasi peta dalam pengelolaan hutan dan perkebunan nasional.
"Kegiatan ini juga menjadi awalan untuk menanamkan nilai-nilai Instiper yang meliputi Integrity, Nationality, Scientific, Trust, Influence, Professional, Excellence, dan Respect. Hal ini menjadi perhatian bagi kampus karena Instiper berkomitmen untuk mencetak SDM unggul yang berkarakter," jelasnya. Ia menambahkan, "Lulusan Instiper harus memiliki best knowledge, best skill, dan best character."
Pada rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa baru juga mendapat ceramah motivasi dari alumni yang disampaikan oleh Ir. Totok, AS., selaku Direktur Utama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda), alumni angkatan 1990. Ia berpesan dengan penuh semangat, "Percayalah bahwa kegiatan Okkabun ini akan melatih mental dan attitude Saudara yang sangat kalian perlukan saat nantinya Saudara memasuki dunia kerja. Selain itu rasa susah dan senang yang kalian rasakan sejak mengikuti Okkabun, kuliah, hingga lulus nanti akan melatih solidaritas yang bisa jadi akan teman-teman rasakan saat sudah lulus. Jadi hafalkan nama dan alamat teman-teman kalian karena mereka akan menjadi saudara kalian."
Baca Juga: Komisi B DPRD Jogja Dorong Sungai Code, Winongo dan Gajah Wong Jadi Destinasi Wisata Baru
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Purwadi, MS., selaku ketua pengurus YPKPY, yayasan yang menaungi Instiper Yogyakarta, turut memberikan motivasi. Ia memaparkan capaian Instiper yang telah mencetak SDM di bidang perkebunan dan kehutanan. Alumni Instiper, yaitu Pak Rujito dan Pak Arif Catur, telah menjadi COO Astra Agro Lestari. Bahkan perusahaan pulp and paper, PT RAPP, telah memberikan beasiswa ikatan dinas di Sarjana Hutan Tanaman Industri (SHTI) selama 16 tahun. "Jadi tidak perlu ragu lagi tentang kiprah Instiper," tegasnya.
Okkabun 2026 diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan mahasiswa baru terhadap sektor perkebunan dan kehutanan yang menjadi pilar ekonomi nasional. Rangkaian acara ini berlangsung secara interaktif dan menerapkan prinsip kebersamaan sebagai bentuk adaptasi lingkungan kampus yang positif. Bagi para mahasiswa baru, Okkabun bukan sekadar orientasi, melainkan awal dari perjalanan panjang menempa diri menjadi generasi unggul yang berkarakter.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja