Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tak Bahas Pengakuan Negara, Pidato Trump Soal Palestina: Saatnya Fokus Bangun Kekuatan Ekonomi

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:43 WIB
Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan pidatonya di Parlemen Israel, Knesset. (Tangkapan Layar/YouTube The White House)
Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan pidatonya di Parlemen Israel, Knesset. (Tangkapan Layar/YouTube The White House)

RADAR MALIOBORO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyinggung agar rakyat Palestina fokus pada pembangunan ekonomi dan sosial dalam pidatonya di parlemen Israel, Knesset, pada Senin (13/10/2025). Dalam pidato tersebut, Trump sama sekali tidak menyebut soal pengakuan terhadap negara Palestina maupun kejahatan perang Israel.

Pidato ini disampaikan sebelum Trump berangkat ke Sharm el-Sheikh untuk acara penandatanganan perjanjian gencatan senjata bersama para pemimpin regional dan internasional.

Dalam pidatonya, Trump menekankan kata “stabilitas, keselamatan, martabat, dan pembangunan ekonomi” sebagai titik fokus untuk Palestina.

“Setelah penderitaan yang luar biasa, kematian, dan kesengsaraan, kini saatnya untuk fokus pada pembangunan masyarakat (Palestina), bukan mencoba untuk menghancurkan Israel,” ujar Trump, dikutip dari Al Jazeera.

Trump juga mengklaim berperan dalam tercapainya gencatan senjata di Gaza dan menyebutnya sebagai akhir dari fase “kekerasan dan kematian” serta awal era baru bagi Timur Tengah. Namun, tidak ada satu pun kalimat dari pidatonya yang menyinggung hak Palestina untuk memiliki negara sendiri.

Dalam pidato yang sama, Trump menyerukan agar Presiden Israel Isaac Herzog mempertimbangkan pemberian amnesti kepada Benjamin Netanyahu yang tengah menghadapi sejumlah tuduhan korupsi.

Pada kesempatan yang sama, Trump juga menceritakan bagaimana Netanyahu sering meminta senjata tertentu darinya. Ia menyebut bahwa AS “memproduksi senjata terbaik di dunia” dan telah banyak memasoknya ke Israel.

Menurut laporan Al Jazeera, Israel telah menggunakan senjata AS untuk melancarkan serangan ke Gaza dan menyerang negara-negara tetangga. Washington diketahui telah memberikan $21 miliar kepada Israel selama dua tahun terakhir.

Sementara itu, laporan Reuters menyebut bahwa Trump menyatakan Hamas telah diberikan izin sementara untuk menjalankan operasi keamanan internal di Gaza pascagencatan senjata.

Pidato Trump sempat diinterupsi oleh dua anggota parlemen, Ayman Odeh dan Ofer Cassif, yang meneriakkan tuntutan “Recognize Palestine” sebelum akhirnya dikeluarkan dari ruang sidang.

Selebihnya, kunjungan Trump di Sharm el-Sheikh, Mesir, ditujukan untuk menandatangani kesepakatan fase awal gencatan senjata Gaza bersama dengan pemimpin dari Mesir, Qatar, dan Turki.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin menegaskan dukungan mereka terhadap hak Israel dan Palestina, namun tetap melewatkan ungkapan eksplisit soal pengakuan negara Palestina.

Masa depan Gaza masih menjadi pertanyaan besar. Di tengah pujian atas gencatan senjata, sejumlah pihak mengingatkan bahwa perdamaian jangka panjang tidak akan tercapai jika hak-hak dasar Palestina terus diabaikan.

(Maulina)

Sumber: Beragam sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#palestina #israel #donald trump