Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Khamenei Ancam Tenggelamkan Kapal Induk AS, Senjata Iran Disebut Lebih Berbahaya di Tengah Perundingan Nuklir Geneva dengan Trump

Editor Content • Rabu, 18 Februari 2026 | 20:28 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

RADAR MALIOBORO – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat (AS).

Ia mengklaim Iran memiliki senjata yang mampu menenggelamkan kapal induk AS ke dasar laut, tepat di saat perundingan nuklir tidak langsung putaran kedua berlangsung di Jenewa, Swiss, Selasa (17/2/2026).

Pernyataan Khamenei yang viral di platform X ini langsung menjadi trending topic global dan ramai dibahas warganet Indonesia.

"Mereka terus mengatakan telah mengirim kapal perang ke arah Iran. Baiklah, kapal perang memang perangkat militer yang berbahaya. Namun, yang lebih berbahaya adalah senjata yang bisa menenggelamkannya ke dasar laut," ujar Khamenei dalam pidato dan unggahan di akun resmi X-nya.

Khamenei juga menambahkan, "Angkatan bersenjata terkuat di dunia sekalipun suatu saat bisa menerima tamparan yang tak bisa bangkit lagi."

Pernyataan ini ditujukan langsung kepada Presiden AS Donald Trump yang baru saja mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kemungkinan USS Gerald R. Ford beserta kapal pendukungnya ke Teluk Persia untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Perundingan nuklir di Jenewa dimediasi Oman ini berlangsung di tengah buildup militer AS di kawasan Timur Tengah.

Trump berharap tekanan militer ini memaksa Iran kembali ke meja perundingan dan membatasi program pengayaan uraniumnya.

Namun, Khamenei menegaskan Iran tidak akan menyerah dan siap memberikan "pelajaran keras" jika diprovokasi.

Sementara itu, Iran dilaporkan juga melakukan uji coba rudal balistik ke arah Selat Hormuz, jalur vital pengapalan minyak dunia yang dilalui 20% pasokan global.

Bagi Indonesia sebagai negara importir minyak terbesar di Asia Tenggara, ketegangan ini berpotensi mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia.

Analis memperkirakan jika eskalasi berlanjut, harga BBM dalam negeri bisa terdampak melalui mekanisme subsidi dan harga pasar.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan.

"Kami mendorong semua pihak menahan diri dan menyelesaikan isu melalui jalur diplomatik," kata Jubir Kemlu RI.

Pernyataan Khamenei ini langsung meledak di X dengan jutaan impresi dalam hitungan jam.

Warganet Indonesia banyak berkomentar soal risiko perang yang bisa memicu krisis energi global. (iwa) 

(Sumber: Pernyataan resmi Khamenei, The Hill, Anadolu Agency, dan pantauan trending X per 18 Februari 2026)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#perundingan nuklir iran #Khamenei Ultimatum AS #kapal induk AS #ali khamenei #perundingan nuklir #Khamenei