Nangarhar, Paktika – Pakistan – Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke beberapa lokasi di wilayah timur Afghanistan pada Sabtu malam (21 Februari 2026) hingga Minggu dini hari.
Operasi ini menargetkan kamp dan tempat persembunyian militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), Al-Qaeda, serta afiliasi ISIS-K (Islamic State Khorasan Province), yang dituding bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom bunuh diri di Pakistan, termasuk ledakan mematikan di sebuah masjid di Islamabad awal Februari lalu.
Menurut pernyataan Kementerian Informasi Pakistan, serangan ini bersifat "intelligence-based" dan selektif, menyasar tujuh lokasi di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Operasi dilakukan sebagai respons terhadap eskalasi serangan teror dari kelompok militan yang berbasis di Afghanistan, yang menewaskan puluhan warga sipil dan personel keamanan Pakistan dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, Kementerian Pertahanan Taliban Afghanistan membantah klaim tersebut.
Mereka menyebut serangan udara Pakistan menyasar area sipil di provinsi Nangarhar dan Paktika, termasuk rumah warga dan sebuah madrasah (sekolah agama).
Akibatnya, puluhan warga sipil tewas dan terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan Afghanistan dan menjanjikan "respons yang tepat pada waktu yang sesuai".
Pernyataan ini meningkatkan ketegangan di perbatasan Durand Line yang sudah lama memanas.
Gambar ledakan malam hari yang beredar di media sosial, termasuk dari akun OSINT
@War_Radar2 di X, menunjukkan skala serangan udara tersebut.
Footage tersebut menampilkan kobaran api besar di wilayah pegunungan, yang dikaitkan dengan operasi Pakistan.
Konflik ini terjadi di tengah bulan Ramadan, menambah kekhawatiran akan eskalasi lebih luas di kawasan Asia Selatan.
Pakistan menegaskan bahwa tindakan ini diperlukan untuk melindungi warganya dari ancaman teror lintas batas, sementara Afghanistan menuntut penghentian pelanggaran wilayah udara.
Situasi perbatasan Pakistan-Afghanistan terus dipantau ketat oleh komunitas internasional, termasuk PBB, yang sebelumnya melaporkan bahwa Afghanistan menjadi basis operasi berbagai kelompok militan, termasuk TTP yang mendapat ruang gerak lebih luas di bawah pemerintahan Taliban. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin