RADAR MALIOBORO – Rizal Sofyan Fuadi, seorang pemuda asal Desa Adikarto, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah, telah menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ia berhasil menyelesaikan 47th Warsaw Marathon yang berlangsung di Warsawa, Polandia, pada Minggu, 28 September 2025. Rizal tidak hanya menaklukkan jarak 42,2 kilometer dengan catatan waktu 4 jam 6 menit 48 detik , tetapi juga menjadi orang Kebumen pertama yang meraih pencapaian tersebut di Polandia.
Namun, yang membuat penampilan Rizal semakin istimewa adalah pilihan busananya. Ia berlari dengan mengenakan batik, kain tradisional Indonesia yang kaya akan makna dan nilai budaya. Langkah ini diambil sebagai wujud kecintaan Rizal terhadap tanah air, serta untuk memperkenalkan keindahan batik kepada dunia, bertepatan dengan momentum Hari Batik yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.
"Rasanya luar biasa. Semua latihan dan kerja keras terbayar, meski sempat nyeri di lima kilometer terakhir," ungkap Rizal kepada Berita Kebumen. Ia menambahkan bahwa keberhasilannya ini adalah buah dari latihan kerasnya selama ini, di tengah kesibukannya bekerja dan kuliah di salah satu universitas di Warsawa.
Dalam aksinya ini, Rizal tidak sendiri. Ia didampingi oleh Nizar Hartady, seorang pemuda asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang mengenakan pakaian tradisional Teluk Belanga. Keduanya menjadi representasi Indonesia dalam ajang lari internasional tersebut, menunjukkan bahwa prestasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Nizar sendiri menempuh jarak 10,51 km dalam waktu 1 jam 2 menit.
Menurut Marek Tronina, Direktur lomba, Marathon Warsawa tahun ini menarik minat lebih dari 11.500 pelari, menjadikannya marathon terbesar dalam sejarah Polandia. Ryoma Takeuchi dari Jepang menjadi juara umum dengan catatan waktu 02:11:21, dan Michelle Schaub dari Swiss menjadi yang terbaik di kategori wanita dengan catatan waktu 02:33:41.
Keberhasilan Rizal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi di berbagai bidang, serta tidak melupakan akar budaya bangsa. Pesan Rizal, "Di manapun kita berada, jangan lupakan budaya tanah air. Tunjukkan dengan cara yang baik dan sesuai hati kalian,".
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin