RADAR MALIOBORO – Persis Solo berhasil menahan imbang Bali United dalam lanjutan Liga 1. Hasil ini dianggap penting meski belum sepenuhnya memuaskan. Kapten tim menegaskan bahwa kondisi skuad masih berat untuk dijalani, namun menekankan bahwa aspek mental dan kebersamaan menjadi kunci agar Persis bisa bertahan di kompetisi.
Sudut pandang berbeda dari laga ini adalah bagaimana hasil imbang bukan hanya soal skor, melainkan ujian mental bagi Laskar Sambernyawa. Di tengah tekanan klasemen dan performa yang belum stabil, menjaga fokus serta semangat juang dinilai lebih penting daripada sekadar angka di papan skor.
Pertandingan melawan Bali United memperlihatkan bahwa Persis mampu mengimbangi tim besar dengan disiplin bertahan dan kerja sama antar lini. Meski peluang mencetak gol masih minim, hasil imbang ini menjadi bukti bahwa tim tidak menyerah menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.
Kapten Persis menegaskan bahwa perjalanan masih panjang dan berat. Ia mengingatkan rekan-rekan setim untuk tidak larut dalam hasil imbang, melainkan menjadikannya motivasi untuk tampil lebih baik di laga berikutnya. “Kami harus tetap kuat secara mental, karena situasi saat ini tidak muda,” ujarnya.
Dari sisi strategi, pelatih menilai bahwa keberhasilan menahan Bali United menunjukkan adanya proses dalam organisasi permainan. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana Persis bisa lebih tajam di lini depan agar tidak hanya tertahan, tetapi juga mampu mencuri kemenangan.
Hasil lini juga menjadi refleksi bagi supporter. Dukungan penuh dari Sambernyawa Fans dianggap penting untuk menjaga semangat tim. Meski siatuasi berat, kahadiran supporter di stadion maupun dukungan moral di luar lapangan menjadi energi tambahan bagi pemain.
Dengan hasil imbang melawan Bali United, Persis Solo menunjukkan bahwa mereka masih memiliki daya juang.
Namun, perjalanan Liga 1 masih panjang dan penuh tekanan. Mentalitas, konsistensi, dan dukungan publik akan menjadi faktor penentu apakah Laskar Sambernyawa mampu keluar dari situasi sulit dan meraih hasil lebih baik di laga-laga mendatang.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin