YOGYAKARTA – Prestasi gemilang Veda Ega Pratama, pembalap muda berbakat asal Gunungkidul, di Moto3 Brasil menuai apresiasi dari Menteri BUMN Erick Thohir.
Namun, pujian tersebut justru menuai kritik tajam dari warganet yang mempertanyakan kontribusi pemerintah dalam perjalanan karir “The Rising Star” asal Jogja ini.
Menurut banyak komentar di media sosial, kesuksesan Veda Ega Pratama lebih banyak didukung oleh pihak swasta dan pengorbanan keluarga.
Ayahnya serta Astra Motor Honda Jateng dan Astra Honda Motor (AHM) disebut-sebut sebagai penyokong utama sejak Veda masih merangkak dari bawah.
“Logo ‘One HEART’ di baju balap Veda menjadi saksi bisu siapa yang benar-benar hadir sejak awal,” tulis salah satu akun yang mengomentari postingan Erick Thohir.
Banyak netizen menilai pemerintah kerap absen saat atlet butuh bantuan di garis start, tapi muncul di garis finis untuk ikut merayakan.
Veda Ega Pratama, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, memang dikenal sebagai talenta lokal yang dibina secara mandiri.
Dukungan penuh dari Astra Honda Motor menjadi kunci perjalanannya menembus kancah internasional Moto3.
Prestasinya di Brasil menjadi kebanggaan masyarakat Jogja dan Indonesia, tapi juga memicu perdebatan soal peran negara dalam pembinaan atlet muda.
Sejumlah komentar netizen bahkan lebih pedas, menyebut apresiasi pejabat hanya “nebeng momentum” tanpa andil nyata.
“Kontribusi pemerintah nol,” tulis salah satu warganet.
Pertanyaan pun muncul: Apakah ini kebanggaan murni atau sekadar memanfaatkan prestasi atlet yang sudah dibangun swasta dan keluarga?
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan bagi atlet daerah seperti Veda.
Banyak pihak berharap pemerintah pusat maupun daerah di Yogyakarta dapat lebih proaktif membina talenta olahraga, bukan hanya ikut selebrasi di saat sukses.
Apakah pemerintah perlu lebih banyak terlibat sejak dini dalam pembinaan atlet muda asal Jogja seperti Veda Ega Pratama? (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin