RADAR MALIOBORO - Setiap tanggal 23 Juni, masyarakat global memperingati Hari Olimpiade Internasional. Momentum ini bukan sekadar perayaan pesta olahraga terbesar di dunia, melainkan sebuah penghormatan terhadap lahirnya gerakan Olimpiade modern sekaligus simbol persahabatan, persatuan, dan perdamaian antarbangsa.
Melalui peringatan ini, International Olympic Committee (IOC) mengajak masyarakat dari berbagai negara untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan olahraga sebagai sarana mempererat hubungan tanpa memandang perbedaan budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial.
Jika ditarik jauh ke belakang, akar sejarah Olimpiade berasal dari zaman Yunani kuno. Kala itu, Olimpiade digelar sebagai festival keagamaan untuk menghormati Dewa Zeus. Berdasarkan catatan sejarah, Olimpiade pertama berlangsung pada tahun 776 SM, yang kala itu dimenangkan oleh seorang juru masak dari kota Elis dalam perlombaan lari sejauh 600 kaki.
Baca Juga: Kreasi Tanpa Batas, Intip Uniknya Produk Kerajinan Berbahan Skateboard Usang
Berabad-abad setelahnya, gerakan Olimpiade modern dimulai dengan dibentuknya International Olympic Committee (IOC) pertama kali pada tahun 1894. Tanggal pembentukan IOC inilah yang kelak menjadi dasar penetapan Hari Olimpiade Internasional.
Gagasan untuk menetapkan sebuah hari peringatan khusus pertama kali muncul pada tahun 1947. Anggota IOC asal Cekoslowakia, Dr. Josef Gruss, mengusulkan konsep “Hari Olimpiade Sedunia” dalam sebuah pertemuan di Stockholm.
Usulan tersebut kemudian dibahas dan disetujui pada Januari 1948 dalam Sidang IOC ke-42 di St. Moritz, Swiss. Para anggota sepakat memilih tanggal 23 Juni sebagai Hari Olimpiade Internasional karena bertepatan dengan tanggal berdirinya IOC. Sejak tahun 1948 itulah, peringatan ini resmi diadopsi secara global.
Melalui momentum tahunan ini, IOC fokus memperkenalkan semangat olahraga kepada generasi muda serta mendorong partisipasi masyarakat luas dalam aktivitas fisik. Peringatan ini tidak hanya menekankan pada aspek kompetisi, tetapi juga pada tiga nilai utama Olimpiade, yaitu keunggulan, persahabatan, dan rasa hormat.
Dengan melibatkan semua kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang, semangat inilah yang ingin terus ditanamkan kepada masyarakat global demi mewujudkan kehidupan yang lebih sehat dan harmonis. (Bunga Faizati Hudianna).
Editor : Iwa Ikhwanudin