Jakarta – Rusia kembali mengejutkan dunia teknologi dengan mempresentasikan chip neuromorfik Altai, prosesor buatan dalam negeri yang meniru cara kerja otak manusia.
Chip ini diklaim mampu menghadirkan efisiensi energi ribuan kali lebih baik daripada GPU konvensional, membuka peluang besar untuk aplikasi AI di drone, sensor cerdas, dan perangkat edge computing.
Chip Altai dikembangkan oleh perusahaan Motive NT asal Novosibirsk, dengan dukungan investasi strategis dari Kaspersky Lab sejak 2022.
Prosesor ini menggunakan arsitektur spiking neural network (SNN), di mana neuron hanya aktif ketika diperlukan, sehingga konsumsi daya sangat rendah — mirip dengan otak biologis.
Baca Juga: Peralihan Minat Mendengarkan Musik Lokal Bagi Gen-Z
Spesifikasi dan Keunggulan Altai
Menurut presentasi dan data teknis yang beredar, Altai memiliki:
256 asynchronous cores yang mensimulasikan 131.072 neuron dan 67 juta synapses.
Ukuran kecil hanya 9x9 mm, cocok untuk perangkat kompak.
Baca Juga: Belum Genap Setahun Berpasangan, Pebulu Tangkis Fajar/Fikri Jajaki Peringkat 2 Dunia
Kemampuan memproses video hingga 2.200 frame per detik dengan konsumsi daya di bawah 0,5 Watt.
Efisiensi energi diklaim 1000 kali lebih baik dibandingkan solusi GPU tradisional seperti NVIDIA Jetson yang bisa menghabiskan 15-60 Watt.
Prosesor ini berbasis teknologi 28nm dan masih dalam tahap prototipe.
Rusia disebutkan mungkin akan memproduksinya melalui mitra China atau menyesuaikan dengan node fabrikasi domestik yang lebih kasar (seperti 350nm) demi kedaulatan teknologi.
Altai dirancang untuk tugas-tugas AI real-time dengan daya rendah, seperti:
Pengolahan video dan sensor fusion pada drone otonom.
Sistem intelijen sensor yang tahan lama beroperasi berhari-hari dengan baterai kecil.
Perangkat perang elektronik (electronic warfare).
Aplikasi IoT, robotika, dan sistem visi industri.
Baca Juga: Bahaya! Ini Resiko Kehamilan di Usia Remaja, Bisa Pengaruhi Kesehatan Ibu Maupun Bayi
Proyek ini dimulai sejak 2017 dengan dukungan Skolkovo dan terus berkembang melalui kolaborasi dengan Kaspersky serta institusi riset Rusia lainnya.
Presentasi terbaru Altai menuai beragam reaksi di media sosial global.
Sebagian melihatnya sebagai bukti ketahanan inovasi Rusia di tengah sanksi Barat, sementara skeptis mempertanyakan skalabilitas produksi massal dan membandingkannya dengan proyek neuromorfik Barat seperti Intel Loihi.
Meski demikian, keberadaan Altai menegaskan upaya Rusia membangun ekosistem chip domestik untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi impor.
Editor : Iwa Ikhwanudin