RADAR MALIOBORO - Dishidrosis atau dikenal juga dengan sebutan pompholyx merupakan salah satu kondisi penyakit kulit yang sering kali membuat penderitanya merasa tak nyaman.
Kondisi ini ditandai dengan munculnya lepuhan kecil berisi cairan yang umumnya menyerang area jari, telapak tangan, dan bahkan telapak kaki.
Pada awalnya, dishidrosis hanya menyebabkan rasa gatal dan sensasi terbakar, namun perlahan dapat menyebabkan kemerahan dan munculnya lepuhan yang bisa terasa sangat gatal.
Bila terinfeksi, lepuhan-lepuhan ini bisa menjadi sangat nyeri hingga mengeluarkan nanah.
Hingga saat ini, penyebab pasti dishidrosis belum sepenuhnya dipahami.
Beberapa ahli menduga kondisi ini memiliki hubungan dengan kelainan kulit seperti dermatitis atopi atau eksim, dan juga berkaitan dengan reaksi alergi seperti urtikaria, yakni munculnya bentol-bentol alergi di kulit.
Selain itu, alergi musiman juga diduga bisa memengaruhi timbulnya dishidrosis pada beberapa orang.
Penderita dishidrosis biasanya memiliki tingkat hipersensitivitas terhadap beberapa bahan tertentu, seperti:
- Logam tertentu, khususnya nikel dan kobalt
- Kandungan bahan kimia dalam sabun atau pelembab kulit
- Beberapa jenis obat, seperti aspirin atau pil KB
- Kebiasaan merokok
- Infeksi kulit seperti kaki atlet (athlete’s foot)
- Penggunaan infus immunoglobulin (IVIG)
Untuk mengatasi gejala dishidrosis, ada berbagai cara yang dapat dilakukan, tergantung pada tingkat keparahannya.
Namun, berikut beberapa langkah perawatan mandiri yang dapat membantu meringankan gejala:
1. Saat rasa gatal menyerang, coba gunakan air hangat kuku untuk meredakannya.
2. Rendam area yang terdampak dalam air dingin selama 10–15 menit untuk mengurangi kemerahan dan nyeri.
3. Gunakan humidifier di ruangan ber-AC guna menjaga kelembapan udara.
4. Oleskan pelembap yang cocok untuk kulit sensitif untuk membantu mengatasi kekeringan.
5. Kelola stres secara rutin, bisa dengan meditasi, yoga, atau menjalankan hobi.
6. Pastikan tangan dan kaki kering setelah mandi atau cuci tangan untuk menghindari iritasi.
Meskipun dishidrosis mungkin terdengar sederhana, penting untuk tetap berkonsultasi dengan dokter jika kondisi semakin parah.
Editor : Winda Atika Ira Puspita