Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Waspada Bahaya Jamur Hitam (Black Mold) bagi Kesehatan

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 16 Oktober 2025 - 01:43 WIB
Ilustrasi jamur hitam (black mold) yang tumbuh pada plafon serta dinding (foto: pinterest)
Ilustrasi jamur hitam (black mold) yang tumbuh pada plafon serta dinding (foto: pinterest)

RADAR MALIOBORO – Jamur hitam atau black mold, yang secara medis dikenal sebagai Stachybotrys chartarum, adalah jenis jamur yang tumbuh subur di lingkungan lembap, gelap, dan dengan sirkulasi udara yang buruk. Jamur ini sering ditemukan di dinding rumah, langit-langit, kamar mandi, dapur, atau area lain yang memiliki kelembapan tinggi. Keberadaan jamur hitam tidak boleh diabaikan karena dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Jamur hitam dapat tumbuh pada permukaan yang mengandung selulosa, seperti kayu, kertas, dan dinding rumah. Jamur ini ditandai dengan noda berwarna hitam, hijau, abu-abu, atau coklat yang terasa berlendir dan memiliki bau apek. Pertumbuhan jamur hitam disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kelembapan tinggi, rembesan air, dan banjir. Kebocoran pada pipa air atau atap yang tidak segera diperbaiki dapat menyebabkan area tersebut menjadi lembap, sedangkan permukaan yang terendam banjir berpotensi menjadi tempat jamur ini berkembang biak.

Paparan jamur hitam dapat terjadi melalui udara atau sentuhan pada kulit. Bahaya yang ditimbulkan tergantung pada kondisi kesehatan seseorang dan seberapa banyak atau lamanya terpapar jamur. Beberapa dampak paparan jamur hitam bagi kesehatan meliputi gangguan pernapasan, di mana spora yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan gejala seperti bersin, batuk, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Penderita asma dan alergi lebih rentan terhadap gejala ini, dan paparan jangka panjang dapat mengakibatkan komplikasi lebih serius.

Selain itu, paparan jamur hitam dapat memicu reaksi alergi dan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. Gejala alergi sering kali termasuk hidung berair, mata merah, batuk kering, dan ruam kulit. Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko lebih tinggi mengalami infeksi paru-paru akibat jamur. Gejala infeksi ini meliputi batuk berdarah, demam, dan kelelahan. Paparan jangka panjang juga dapat menyebabkan gangguan kognitif, stres, dan penurunan imunitas, serta meningkatkan risiko kanker.

Untuk mengatasi dan mencegah paparan jamur hitam, penting untuk menghilangkan sumber kelembapan, seperti memperbaiki kebocoran pipa atau atap. Bersihkan area yang terkena jamur dengan larutan pemutih klorin atau larutan anti-jamur lainnya, dan pastikan ventilasi yang baik di seluruh rumah. Membersihkan rumah secara teratur dan menggunakan cat tembok anti-jamur juga dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur. Jika mengalami gejala akibat paparan jamur hitam, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan menjaga kebersihan dan kelembapan rumah, kita dapat melindungi keluarga dari bahaya jamur hitam.

(Laeli Musfiroh)

(Sumber : Berbagai Sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#black mold #berbahaya #jamur hitam