RADAR MALIOBORO - Hamparan savana luas yang berpadu dengan hutan kering ala Afrika menjadikan Taman Nasional Baluran sebagai salah satu destinasi paling eksotis di Jawa Timur.
Keindahan alam liar, satwa yang berkeliaran bebas, hingga panorama matahari terbit yang dramatis membuat kawasan ini terus memikat wisatawan yang ingin merasakan sensasi petualangan di tengah “Africa van Java”.
Namun, pemandangan hutan kering ala Afrika itu akan berubah menjadi dataran hijau yang mempesona dengan perpaduan dari megahnya Gunung Baluran.
Luas total Taman Nasional Baluran mencapai 25.000 hektar, dengan 40% di antaranya adalah ekosistem sabana alami, yakni Padang Savana Bekol, yang merupakan sabana terluas di Pulau Jawa.
Padang Sabana Bekol merupakan habitat bagi binatang endemik Indonesia, seperti kera ekor panjang (Macaca fascicularis), rusa (Cervus timorensis), dan banteng jawa (Bos javanicus).
Selain Padang Sabana Bekol, dalam kawasan Taman Nasional Baluran juga terdapat Pantai Bama.
Pantai ini terletak sekitar 8 km dari gerbang masuk Taman Nasional Baluran.
Saat tiba di lokasi pantai, pengunjung akan disambut oleh kawanan kera ekor panjang yang menghuni wilayah pantai ini.
Selain kera, pantai ini juga merupakan habitat bagi burung langka endemik Jawa Timur.
Taman Nasional Baluran memiliki kekayaan fauna yang dikelompokkan menjadi beberapa ordo, yakni mamalia 28 jenis, aves 189 jenis, ada juga pisces dan reptilia.
Diketahui 47 jenis di antaranya termasuk binatang langka yang dilindungi.
Selain kekayaan fauna, Taman Nasional Baluran juga memiliki kekayaan fauna sebanyak 444 spesies fauna.
Dari pusat Kota Surabaya memerlukan waktu sekitar 5 jam untuk sampai di Taman Nasional Baluran.
Begitu memasuki kawasan Taman Nasional, pemandangan akan berubah menjadi deretan pohon akasia yang kering dan tandus, akibat daru kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2014 lalu.
Editor : Meitika Candra Lantiva