RADAR MALIOBORO – Pesona Wisata Lolong Adventure di Pekalongan memang sudah tidak perlu diragukan lagi, dan banyak wisatawan asal Pekalongan dan sekitarnya yang menghabiskan liburannya disini.
Kabupaten Pekalongan masih terkenal dengan keindahan alamnya yang masih cukup asri, Kabupaten Pekalongan juga memiliki sederet wahana wisata dengan daya tarik yang beragam, mulai dari curug atau air terjun, puncak gunung, perbukitan hingga wahana arung Jeram.
Baca Juga: Tak Undang Jokowi di Rakernas Ancol, PDIP: Tak Punyai Semangat Demokrasi Hukum
Wahana alam yang akan kami perkenalkan kali ini adalah Lolong Adventure, yaitu wisata arung jeram di sungai besar yang selimuti hutan lebat.
Lolong Adventure terletak di jalan Karanganyar, Lebakbarang, tepatnya di daerah Lolong, Kecamatan Karangnyanyar, Kabupaten Pekalongan. Terletak 9 km dari pusat Kabupaten Pekalongan yang berada di Kajen.
Kawasan Lolong terkenal dengan kebun duriannya, disini biasa diadakan Pesta durian yang menjajakan buah durian dengan harga murah, serta menyuguhkan vibes memakan durian di kebunnya langsung.
Baca Juga: Target Bawa Persib Juara, Marc Klok: Saya Ingin Penuhi Harapan Masyarakat Bandung!
Fasilitas yang ada di objek wisata Lolong Adventure sangat lengkap mulai dari mushola, toilet, spot foto, cafe, warung, bumi perkemahan, gazebo, dan tempat parkir.
Biaya masuk tidak terlalu mahal, outbond hanya dikenai tarif 15.000, dan sewa tempat camping dan fasilitas lainnya 75.000.
Penyewaan peralatan dan arung jeram dibagi menjadi dua golongan, yang pertama 150.000 untuk jarak 9 km dan kedua 185.000 untuk jarak 12 km.
Sedangkan tarif untuk tubing adalah 60.000 untuk jarak 400 meter dan 100.000 untuk jarak 3 km. Semua ini termasuk alat yang lengkap.
Jika ingin bersantai menikmati pemandangan juga terdapat warung makan dan kafe. Kafenya itu bernama River Coffee.
River Coffee menyajikan kopi nikmat, Kafe ini juga memiliki perpustakaan dengan banyak buku.
Baca Juga: Ini Dia Dampak dan Risiko Jika Tidak Mengganti Oli Gardan Pada Motor Matic
Bisa dibayangkan betapa syahdunya duduk di luar sambil menikmati secangkir kopi sambil membaca buku.
Pesona Wisata Lolong Adventure di Pekalongan sudah tidak diragukan lagi, mampirlah dan kalian akan mendapatkan sensai yang luar biasa.
Cerita Rakyat Jembatan Lolong
Sebuah jembatan kecil yang indah dengan lengkungan yang unik menjulang di atas Sungai Sengkarang.
Baca Juga: Netizen Berharap Timnas Indonesia Tak Turunkan Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2024, Apa Alasannya?
Konon jembatan tua ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1912 Masehi. Jembatan yang terlihat jelas di Lolong Adventure terlihat menambah kesan eksotis.
Pasukan Belanda berhasil masuk dan menguasai Lolong setelah berhasil menumpas perjuangan masyarakat lolong saai itu yang yang dipimpin oleh Kepala Madrawi, pemimpin desa pada saat itu.
Setelah melalui pertempuran sengit, pasukan Belanda yang unggul dari segi persenjataan pun berhasil membunuh Madrawi.
Baca Juga: Keistimewaan yang Dimiliki Marselino Ferdinan dan Rizky Ridho saat Menjadi Atlet Sekaligus Mahasiswa
Jenazah Madrawi tidak dikuburkan, melainkan dibuang ke sungai sebagai teror bagi mereka yang berani melawan.
Karena bentuknya yang melengkung, penduduk setempat menyebut jembatan ini dengan sebutan Jembatan Lengkung.
Jembatan lengkung dibangun oleh Belanda untuk memudahkan mobilisasi, sebelum jembatan ini dibangun dan masyarakat menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi Sungai Besar Sengkarang.
Baca Juga: Pemilihan Cast Series Dia Angkasa Dinilai Tak Sesuai, Warganet Kecewa: Hancur Ekspektasi Kita Semua
Namun jembatan yang panjangnya 40 meter dan lebar 3 meter ini memiliki kisah pilu, karena banyak masyarakat Lolong yang terbunuh di jembatan tersebut oleh penjajah.
Untuk mencegah kerusakan langsung pada jembatan, jembatan hanya dapat dilalui oleh sepeda motor. Karena Jembatan lengkung ini pernah rusak akibat sering dilewati kendaraan roda 4 yang padat, dan direnovasi pada sekitar tahun 1990-an.
Nah itullah Pesona Objek Wisata di Pekalongan Lolong Adventure yang memiliki Cerita rakyat tentang jembatan lengkung. Semoga bermanfaat. (*)
Editor : Iwa Ikhwanudin