RADAR MALIOBORO - Kawasan sekitar Dieng merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang menjadi tujuan wisata alam bagi para wisatawan.
Salah satunya yaitu Banyu Alam Bitingan, yang merupakan sebuah destinasi wisata baru di kawasan Dieng yang menawarkan sensasi berendam air panas alami dengan dikelilingi panorama alam yang memukau.
Banyu Alam Bitingan terletak di Dusun Bitingan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, tempat wisata ini menjadi primadona bagi para pengunjung yang ingin melepas penat dan mencari ketenangan dengan berendam di air hangat.
Banyu Alam Bitingan memiliki beberapa kolam air hangat alami dengan sumber mata air yang kaya akan mineral.
Airnya yang hangat dan jernih dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan, seperti merilekskan tubuh, meredakan nyeri otot, melancarkan peredaran darah, dan menyehatkan kulit.
Pengunjung dapat memilih berendam di kolam yang sesuai dengan suhu dan tingkat kenyamanan masing-masing.
Selain air panasnya yang hangat namun menyegarkan, Banyu Alam Bitingan juga menyuguhkan pemandangan alam yang indah.
Dikelilingi oleh pegunungan hijau yang asri dan udara yang sejuk, tempat ini menawarkan suasana yang tenang dan damai.
Pengunjung dapat bersantai di tepi kolam sambil menikmati panorama alam yang menyegarkan mata.
Banyu Alam Bitingan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai, seperti ruang ganti, toilet, tempat santai dan mushola.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kuliner khas Dieng di warung-warung yang tersedia di sekitar area wisata.
Baca Juga: Ingin Berlibur ke Singapura? Ketahui 10 Larangan Yang Harus Kamu Tahu..
Harga tiket masuknya pun tergolong terjangkau yakni senilai Rp 10.000, sehingga wisata ini dapat menjadi pilihan yang ramah di kantong.
Banyu Alam Bitingan adalah pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mencari wisata pemandian air hangat alami dengan panorama alam yang indah.
Dengan fasilitas yang lengkap, harga terjangkau, dan suasana yang nyaman, tempat wisata ini menjanjikan pengalaman wisata berendam yang berkenang.
Penulis: Jaiz Setya Nurjati
Editor : Bahana.