RADAR MALIOBORO - Berwisata menikmati keindahan alam mungkin sudah menjadi hal biasa, tapi bagaimana jika kalian mencoba destinasi yang menghadirkan pengalaman berbeda dengan nuansa horor?
Di Cirebon, terdapat sebuah tempat wisata unik bernama Museum Santet yang menggabungkan sisi edukasi dan suasana mistis khas Nusantara.
Museum Santet ini didirikan oleh Kang Ujang, seorang praktisi spiritual yang ingin mengedukasi masyarakat tentang santet dan dunia klenik.
Di museum ini, kalian akan menemukan berbagai peralatan tradisional yang sering diasosiasikan dengan praktik ilmu hitam, seperti keris, boneka mistis, hingga patung-patung bertema magis.
Namun, Kang Ujang punya tujuan mulia di balik museum ini.
Ia ingin mengajak masyarakat untuk tidak lagi takut terhadap hal-hal gaib seperti santet, karena menurutnya, ketakutan sejati hanya layak diberikan kepada Sang Pencipta.
Di berbagai sudut museum, terdapat pesan-pesan positif dari Kang Ujang, seperti "Jangan takut! Takutlah hanya kepada Allah".
Memasuki Museum Santet, kalian akan langsung disambut oleh beberapa makhluk menyeramkan khas hantu nusantara.
Dekorasi menyeramkan ini dirancang untuk membangun suasana horor sejak langkah pertama kalian di dalam museum.
Begitu masuk ke ruang utama, nuansa horor semakin terasa. Boneka-boneka menyeramkan tergantung dengan tatapan kosong, menciptakan suasana mencekam yang memancing bulu kuduk berdiri.
Di sepanjang lorong museum, kalian juga akan menemukan deretan pocong yang berdiri diam, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi pengunjung.
Museum Santet berlokasi sekitar 13 kilometer dari Terminal Harjamukti, Kota Cirebon dan dapat ditempuh dalam waktu 25 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Harga tiket masuknya sangat terjangkau, yakni Rp 15.000 pada hari biasa dan Rp 20.000 saat akhir pekan.
Selain menawarkan suasana mencekam, Museum Santet juga memiliki sisi edukasi yang menarik.
Koleksi yang dipajang di museum ini dikumpulkan oleh Kang Ujang melalui pengalamannya bertemu dan berbincang dengan para dukun santet di seluruh Indonesia.
Dengan begitu, pengunjung tidak hanya dibuat merinding, tetapi juga diajak untuk memahami lebih dalam tentang tradisi mistis Nusantara.
Editor : Winda Atika Ira Puspita