RADAR MALIOBORO - Beredarnya sebuah vidio klarifikasi dari seorang voice actor, bernama Bille, di akun tiktoknya @panggilajabillie_ terkait keterlibatannya dalam film animasi “Merah Putih One For All” melalui unggahan vidio tiktoknya, Billie menyampaikan rasa terkejutnya saat namanya terseret dalam pemberitaan yang menyebutkan anggaran sebesar Rp 6,7 miliar untuk proyek film tersebut.
Billie, yang berperan sebagai voice aktor di salah satu karakter tersebut yaitu mika mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal anggaran yang di keluarkan oleh pemerintah. Ia menjelaskan bahwa perannya hanyalah sebagai pengisi suara dah hanya di bayar per jam saja.
“Jujur aku bener-bener syok banget, beberapa orang mulai mention aku di Instragam dan WhatsApp, mereka tanya kenapa aku bisa kena kasus ini. Padahal, aku cuma dikasih job sebagai voice aktor dan bayarnya per jam", ungkap Billie dalam videonya (14/8/2025).
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena namanya ikut tercoreng akibat pembentukan yang beredar, dimana beberapa pihak bahkan menyebutnya sebagai “Karakter designer”. Bille menegaskan bahasa dirinya hanya mengerjakan bagian voice aktor dan tidak terlibat dalam urusan produksi atau desain.
Kontreversi film ini tidak hanya sebatas anggarannya. Billie juga secara terang-terangan menyoroti kualitas grafis film yang menurutnya sangat jauh dari ekspektasi. “Filmnya itu bukan cuma grafisnya doang yang jelek, tapi plot twist di akhir cerita pembuatannya,” katanya. (14/8/2025)
“Kalian bayanginn, 6,7 miliar untuk film yang enggak se worth it itu,” tambahnya dengan nada heran.
Klarifikasi billie tersebut semakin memperkuat pertanyaan publik mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana proyek pemerintah, khususnya di industri kreatif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak produser terkait isu yang di sampaikan oleh Billie.
(Dela Apriyanti)
Editor : Iwa Ikhwanudin