JOGJA – Dua dekade setelah kesuksesan film peraih Golden Maile Award, "Berbagi Suami" (2006), sutradara kenamaan Nia Dinata bersama Kalyana Shira Films dan Trois Films resmi mengumumkan pembuatan versi terbarunya, berjudul "Berbagi Suami: 20 Tahun Kemudian".
Pengumuman ini disampaikan pada 19 November 2025, dengan rencana syuting akan dimulai pada awal tahun 2026.
Naskah film ini telah dikembangkan secara intensif sejak September 2025.
Nia Dinata menegaskan bahwa tema poligami masih sangat relevan di tengah masyarakat urban saat ini, namun dengan wajah dan bentuk yang telah berubah seiring perkembangan teknologi.
"Berbagi Suami dibuat sebagai kritik dari isu poligami yang sedang ramai diperbincangkan. Dua puluh tahun kemudian, saya merasa tema ini masih sangat relevan, hanya saja wajah dan bentuknya berubah," jelas Nia Dinata, yang juga menulis naskah film ini, di Jogja (1/12/2025).
"Lewat film ini, saya ingin memperlihatkan bagaimana perempuan kini menavigasi relasi, peran rumah tangga, dan kepercayaan diri di era digital, di mana batas antara privasi dan publik semakin kabur," tambahnya.
Produser dan penulis, Dena Rachman, menambahkan bahwa film ini mendorong penonton untuk melihat manusia di balik label yang sering diabaikan.
"Film ini mendorong kita untuk melihat bahwa di tengah urban chaos, nurani kebajikan adalah jembatan terkuat antar identitas," ujar Dena Rachman.
Seperti versi originalnya, film ini akan menghadirkan tiga kisah perempuan dari latar sosial dan generasi yang berbeda.
Kali ini, penonton akan mengenal Kamila, Karina, dan Kianti, tiga karakter lintas generasi yang hidupnya saling terhubung melalui situasi tak terduga.
Kisah mereka akan dikemas dengan sentuhan humor, ironi, dan kehangatan emosional khas karya Nia Dinata.
Baca Juga: Pilates Jadi Alternatif Olahraga Low-Impact untuk Mahasiswa yang Mudah Capek
Sebagai pengakuan atas kekuatan sinema Asia Tenggara dalam menangkap realitas sosial yang kompleks, film original "Berbagi Suami" (2006) juga akan ditayangkan di La Cinémathèque Paris pada 13 Desember 2025. Penayangan ini merupakan bagian dari program Rétrospective Panorama Du Cinéma Indonesiéne.
Perwakilan Cinémathèque Paris menyatakan, "Karya Nia Dinata telah dikenal secara internasional karena memiliki suara yang khas dan universal. Berbagi Suami: 20 Tahun Kemudian bukan hanya relevan bagi penonton Indonesia, tetapi juga penting bagi percakapan global tentang perempuan." (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin