Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kecanduan Scrolling Video Pendek di Medsos, Otak Terancam

M
Aplikasi media sosial berbasis video pendek kini jadi bagian dari keseharian dan gaya hidup anak muda (Daily Sabah)
Aplikasi media sosial berbasis video pendek kini jadi bagian dari keseharian dan gaya hidup anak muda (Daily Sabah)

RADAR MALIOBORO - Scrolling TikTok, Reels Instagram, atau YouTube Shorts kini jadi kebiasaan harian banyak anak muda. Awalnya cuma lima menit sebelum tidur, tapi tanpa sadar bisa berjam-jam. Di balik kontennya yang menghibur, kebiasaan menonton video pendek terus-menerus ternyata menyimpan dampak serius bagi otak dan kesehatan mental.


Advertisement

Peneliti dari Tianjin Normal University dan University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa konsumsi video pendek secara terus-menerus berkaitan dengan perubahan cara kerja otak, khususnya pada kemampuan fokus dan kontrol diri. Fenomena ini kerap disebut sebagai TikTok brain atau brain rot.

Berikut beberapa dampak yang perlu diwaspadai:

1. Fokus semakin pendek
Otak terbiasa menerima rangsangan cepat. Akibatnya, kemampuan untuk berkonsentrasi dalam waktu lama untuk membaca, belajar, atau bekerja semakin menurun.
2. Sulit belajar dan mengingat informasi
Otak beresiko mengalami gangguan pada memori dan proses belajar karena otak jarang diberi ruang untuk memproses informasi secara mendalam.
3. Meningkatkan risiko cemas dan stres
Paparan konten tanpa henti membuat otak terus aktif, bahkan saat tubuh butuh istirahat. Hal ini berkontribusi pada kecemasan, stres, dan kelelahan mental.
4. Gangguan pola tidur
Scrolling sebelum tidur menunda rasa kantuk dan menurunkan kualitas tidur, terutama karena cahaya layar dan rangsangan visual yang berlebihan.
5. Terjebak di echo chamber

Advertisement

Baca Juga: Kok Bisa Kata Baru Resmi Masuk KBBI? Ini Penjelasan Singkatnya
Algoritma menyajikan konten yang sejalan dengan minat dan pandangan pengguna. Akibatnya, pengguna jarang terpapar sudut pandang lain dan mudah terjebak dalam pola pikir sempit.
6. Menunda Waktu dan Aktivitas Penting
Scrolling video pendek sering terasa cepat, namun menyita banyak waktu. Hal itu dapat membuat tugas, belajar, atau pekerjaan jadi tertunda, ritme harian berantakan, dan produktivitas menurun karena fokus sudah habis lebih dulu di layar.

Meski begitu, media sosial tidak sepenuhnya buruk. Platform digital tetap punya sisi positif sebagai ruang berekspresi, berbagi cerita, dan menjaga koneksi asal penggunaannya tetap dikontrol untuk tidak berlebihan. Membatasi waktu scrolling, memberi jeda saat scrolling, dan memperbanyak interaksi langsung di dunia nyata bisa menyeimbangkan kesehatan mental dan fungsi otak.

(Affrendi Kurniawan)

Advertisement

Artikel Terkait

Doom Scrolling Gen-Z: Dari Video Pendek Berujung Self-Labeling

Doom Scrolling Gen-Z: Dari Video Pendek Berujung Self-Labeling

Bagi generasi Z (Gen-Z), video instan bukan sekadar hiburan di saat senggang, hal ini merupakan bagian dari gaya hidup. Namun, di balik algoritma yang super pintar ini, ada fenomena psikologis berupa self-labeling atau

App-Hopping dari Satu Aplikasi ke Aplikasi yang lain? Ini Alasan di Baliknya!

App-Hopping dari Satu Aplikasi ke Aplikasi yang lain? Ini Alasan di Baliknya!

Apabila anda sedang asik scrolling TikTok, lalu beralih ke Instagram karena bosan. Selanjutnya berpindah lagi membuka X (Twitter) untuk mencari hal yang sedang trending.  Belum ada lima menit, akhirnya memilih untuk..

Belajar Berjam-jam Tapi Tak Ada yang Masuk? Ini Rahasia Otak Menyerap Informasi Lebih Cepat

Belajar Berjam-jam Tapi Tak Ada yang Masuk? Ini Rahasia Otak Menyerap Informasi Lebih Cepat

Banyak orang percaya bahwa makin lama durasi belajar, makin banyak materi yang terserap. Nyatanya, duduk di depan buku atau layar laptop selama bermalam-malam sering kali hanya berujung pada kelelahan mental tanpa daya i

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer