Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kenapa Tren Fesyen Selalu Berputar? Dari Baggy Jeans, Jorts, Hingga Fashion 90-an

Bahana. • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:37 WIB

Gambar Jorts Pants - Sumber: Pinterest
Gambar Jorts Pants - Sumber: Pinterest
Fesyen itu ibarat seperti roda yang terus berputar. Gaya yang dulu populer, seperti baggy jeans, jorts, dan fashion khas era 90-an, kini kembali hits.

Fenomena ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga hasil kombinasi budaya, media sosial, dan siklus tren itu sendiri.

Kenapa Tren Selalu Berputar?

1. Rasa Nostalgia

Tren lama sering kembali karena membawa kenangan masa lalu. Anak muda dan dewasa melihat gaya retro sebagai sesuatu yang berbeda, unik, dan menyenangkan.

Fashion menjadi cara untuk mengekspresikan identitas sembari “menghidupkan” era sebelumnya.

2. Media Sosial yang Mempercepat Kebangkitan Tren

Platform seperti TikTok, Instagram, dan Pinterest membuat tren lama mudah ditemukan, diikuti, dan viral.

Para influencer menampilkan outfit klasik yang memadupadankan dengan gaya modern, dan menginspirasi ribuan anak muda untuk meniru gaya tersebut. Dengan cara ini, tren lama yang seharusnya hanya “retro” bisa kembali menjadi popular.

3. Siklus Waktu

Sejarah fashion menunjukkan tren biasanya kembali setiap 15–30 tahun. Tren dari era 90-an kini muncul lagi karena generasi baru melihatnya sebagai gaya yang fresh dan berbeda dari tren saat ini.

4. Praktis, Fleksibel, dan Sustainable

Tren lama sering dipilih karena fleksibel, nyaman, dan ramah lingkungan. Banyak anak muda kini membeli celana vintage atau barang thrifted, termasuk baggy jeans atau jorts, sehingga tren lama tetap relevan sekaligus mendukung gaya hidup sustainable.

Baggy jeans yang merupakan celana denim longgar populer di era 90-an, kemudian ada jorts, jeans shorts oversized yang nyaman, cocok untuk gaya santai dan musim panas, hingga fashion era 90-an seperti bucket hat, crop tops, oversized blazer, dan sneakers chunky ikut mendukung estetika retro yang kembali hype di era sekarang ini dan hal ini menjadi contoh nyata siklus tren yang berputar, karena estetika klasik selalu bisa diadaptasi ulang oleh generasi baru.

Penulis: Kinesha Puspa Adilla

Editor : Bahana.
#fesyen