Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fisik Jadi TolokUkur, Begini Perubahan cara Penilaian Masyarakat

M
Ilustrasi fisik jadi tolak ukur penilaian masyarakat. (Dilansir dari JawaPos)
Ilustrasi fisik jadi tolak ukur penilaian masyarakat. (Dilansir dari JawaPos)

RADAR MALIOBORO - Di era sekarang, penilaian terhadap seseorang semakin sering dikaitkan dengan penampilan fisik. Mulai dari bentuk tubuh, warna kulit, hingga gaya berpakaian, semuanya seolah menjadi standar utama dalam menilai diri seseorang. Fenomena ini semakin terasa seiring berkembangnya media sosial dan budaya visual yang begitu kuat di tengah masyarakat.


Advertisement

Dahulu, kemampuan, sikap, dan kepribadian lebih sering menjadi ukuran dalam menilai seseorang. Namun kini, Kesan pertama yang muncul justru banyak ditentukan dari apa yang dilihat.

Foto di media sosial, video singkat, hingga penampilan di ruang publik menjadi bahan penilaian yang cepat, bahkan tanpa mengenal lebih jauh.

Media sosial memiliki peran besar dalam perubahan cara pandang ini. Platform digital mendorong pengguna untuk menampilkan versi terbaik dari dirinya, baik melalui filter, sudut pengambilan foto, maupun standar kecantikan yang ada.

Advertisement

Tanpa disadari, hal ini membentuk pola pikir bahwa fisik yang “ideal” adalah kunci untuk diterima dan dihargai.

Tekanan ini paling dirasakan oleh anak muda. Banyak yang merasa harus memenuhi standar tertentu agar dianggap menarik, percaya diri, atau bahkan sukses.

Akibatnya muncul rasa tidak aman, minder, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Advertisement

Seseorang bisa dinilai terlalu cepat hanya dari penampilan luarnya, tanpa diberi kesempatan menunjukkan karakter, kemampuan, atau profesi yang dimiliki. Padahal, setiap individu memiliki keunikan yang tidak selalu terlihat dari fisik semata.

Perubahan cara penilaian masyarakat ini menjadi pengingat penting bahwa penampilan bukanlah segalanya.

Menghargai seseorang seharusnya tidak hanya berdasarkan apa yang terlihat, tetapi juga dari sikapnya.

Dengan sudut pandang yang lebih luas, masyarakat dapat membangun lingkungan sosial yang lebih sehat dan saling menghargai.

(Aribah Zalfa Nur Aini)

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Maxim Hadirkan Program Khusus Layanan Gratis Bagi Masyarakat

Maxim Hadirkan Program Khusus Layanan Gratis Bagi Masyarakat

Perusahaan transportasi daring tersebut menyiapkan 81 unit Maxim Car yang akan tampil dengan dekorasi bertema Indonesia.  Mobil-mobil itu ditempatkan di 19 kota dan akan beroperasi bertepatan dengan momentum peringatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer