Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar, Bobby Nasution Luncurkan 33 Armada Bus Sekolah

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menghadirkan layanan transportasi sekolah gratis melalui pengoperasian 33 bus perintis yang diperuntukkan bagi 1.008 pelajar di lima kabupaten. Program yang diluncurkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution ini ditujukan untuk memudahkan siswa menjangkau sekolah sekaligus mendukung keselamatan perjalanan mereka.
Peresmian operasional bus dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan dipusatkan di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Jalan Dusun II, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menyediakan akses transportasi yang lebih merata bagi pelajar, terutama di kawasan yang belum terjangkau angkutan umum secara memadai.
Armada yang disediakan terdiri atas 33 kendaraan Toyota HiAce. Bus-bus tersebut melayani pelajar di Kabupaten Asahan, Batubara, Padanglawas Utara (Paluta), Samosir, dan Nias Utara.
Sasaran utamanya adalah siswa yang bermukim di kawasan pedesaan dan kepulauan sehingga menghadapi keterbatasan pilihan transportasi untuk pergi ke sekolah.
Bobby Nasution menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumut memperluas jangkauan transportasi publik bagi pelajar. Kehadiran bus gratis diharapkan dapat meringankan pengeluaran keluarga sekaligus membantu siswa mencapai sekolah dengan lebih mudah.
Ia juga menegaskan bahwa sektor pendidikan membutuhkan dukungan berbagai fasilitas penunjang, termasuk sarana transportasi yang aman dan layak. Menurutnya, akses perjalanan menuju sekolah menjadi hal penting yang perlu diperhatikan, khususnya bagi siswa yang tinggal di daerah dengan jarak tempuh cukup jauh.
Pengoperasian bus perintis ini juga diarahkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kalangan pelajar, terutama sepeda motor. Dengan tersedianya transportasi khusus, siswa memiliki alternatif perjalanan yang diharapkan lebih aman dan terjangkau.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengingatkan para siswa untuk menaati ketentuan selama menggunakan bus. Ia meminta pelajar menjaga kesopanan, memperhatikan keselamatan, serta merawat fasilitas yang telah disediakan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dari sisi keamanan, seluruh bus yang dioperasikan dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu memantau aktivitas perjalanan siswa, sejak berangkat menuju sekolah hingga perjalanan pulang.



