Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Vatikan Tolak Bergabung dengan Board of Peace Donald Trump untuk Gaza, Kutip Sikap Historis Paus Pius X

Editor Content • Rabu, 18 Februari 2026 | 20:45 WIB
Vatikan secara resmi menolak undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam Board of Peace.
Vatikan secara resmi menolak undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam Board of Peace.

RADAR MALIOBORO – Vatikan secara resmi menolak undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam Board of Peace, badan internasional yang dipimpin Trump guna mengawasi rekonstruksi Gaza pasca-konflik Israel-Hamas serta stabilitas Timur Tengah.

Penolakan ini disampaikan oleh Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat.

Menurut pernyataan resmi Vatikan, Holy See tidak akan berpartisipasi karena sifat khusus badan tersebut yang "jelas bukan seperti negara-negara lain". 

Parolin menekankan bahwa penanganan krisis global sebaiknya tetap berada di bawah tanggung jawab Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bukan inisiatif yang dipimpin satu negara.

Keputusan Vatikan ini memicu perbincangan luas di media sosial, termasuk di platform X (dulu Twitter). 

Sebuah utas dari akun @DD_Geopolitics yang viral menyoroti penolakan tersebut dengan mengutip pernyataan bersejarah Paus Pius X pada tahun 1904 saat bertemu Theodor Herzl, pendiri gerakan Zionisme modern.

Dalam kutipan tersebut, Paus Pius X menyatakan:  

"Kami tidak dapat menyetujui gerakan ini. Kami tidak bisa mencegah orang Yahudi pergi ke Yerusalem, tetapi kami tidak pernah bisa mensanksinya.

Tanah Yerusalem, jika belum selalu suci, telah menjadi suci karena kehidupan Yesus Kristus.

Sebagai kepala Gereja, saya tidak mungkin mengatakan sebaliknya.

Orang Yahudi belum mengakui Tuhan kami; oleh karena itu kami tidak dapat mengakui bangsa Yahudi."

Pernyataan Pius X ini merujuk pada penolakan dukungan Vatikan terhadap proposal pendirian negara Yahudi di Palestina pada awal abad ke-20, karena alasan teologis terkait pengakuan atas Yesus Kristus dan kekudusan Yerusalem dalam ajaran Kristen.

Baca Juga: 45 Tahun Lalu, Indonesia Bantu Mujahidin Afghanistan Lawan Soviet: Rahasia Operasi Bubut Mabur di Balik Pertemuan Benny Moerdani di Pakistan

Board of Peace sendiri diratifikasi Trump pada Januari 2026 di sela World Economic Forum Davos, dengan komitmen dana lebih dari 5 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza pasca-gencatan senjata.

Badan ini diketuai langsung oleh Trump dan telah mendapat dukungan dari beberapa negara, meski menuai skeptisisme dari berbagai pihak, termasuk Uni Eropa dan sekutu Barat lainnya yang lebih memilih peran pengamat.

Penolakan Vatikan ini semakin mempertegas sikap independen Takhta Suci dalam diplomasi internasional, terutama terkait isu sensitif Timur Tengah.

Beberapa pengamat menilai langkah ini mencerminkan kekhawatiran atas pendekatan unilateral AS di bawah kepemimpinan Trump, serta preferensi Vatikan terhadap mekanisme multilateral PBB.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih terkait penolakan Vatikan.

Sementara itu, pertemuan perdana Board of Peace dijadwalkan digelar di Washington pekan ini untuk membahas langkah konkret rekonstruksi Gaza. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Paus Pius X Theodor Herzl #Yerusalem Suci Kristen #Diplomasi Timur Tengah #Vatikan Tolak Board of Peace Trump #Rekonstruksi Gaza 2026 #Donald Trump Gaza #Zionisme Vatikan