Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diet Bebas Gluten Lagi Hits, Tapi Apakah Cocok untuk Semua Orang?

M
Dari gorengan sampai roti, gluten ada di banyak menu harian. (Ilustrasi/AI)
Dari gorengan sampai roti, gluten ada di banyak menu harian. (Ilustrasi/AI)

RADAR MALIOBORO - Belakangan ini, istilah gluten makin sering muncul di obrolan soal kesehatan dan makanan. Ada yang menghindarinya total, ada juga yang bingung sebenarnya gluten itu berbahaya atau tidak. Jawabannya tidak hitam-putih. Gluten bisa aman bagi sebagian orang, tapi bisa jadi masalah serius bagi yang lain.


Advertisement

Gluten adalah protein alami yang terdapat pada gandum dan beberapa jenis serealia lain. Fungsinya membuat adonan elastis dan kenyal, sehingga makanan seperti roti bisa mengembang dan teksturnya lembut. Tanpa gluten, adonan akan mudah hancur dan tidak menyatu.

Gluten paling mudah ditemukan di:
1. Tepung terigu dan semua olahannya (roti, mie, kue, gorengan)
2. Gandum, barley, dan rye
3. Pasta, biskuit, sereal
4. Saus kedelai, kecap, dan beberapa saus instan
5. Makanan olahan yang menggunakan pengental berbasis gandum

Gluten menjadi berbahaya jika dikonsumsi oleh orang dengan kondisi medis tertentu. Salah satunya adalah penyakit celiac, yaitu gangguan autoimun di mana sistem imun menganggap gluten sebagai ancaman dan menyerang usus halus. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan usus, gangguan penyerapan nutrisi, anemia, hingga osteoporosis jika dibiarkan. Diet bebas gluten adalah satu-satunya terapi medis untuk penderita celiac, dan harus dijalani seumur hidup.

Advertisement

Selain celiac, ada juga non-celiac gluten sensitivity atau intoleransi gluten. Gejalanya bisa berupa perut kembung, diare, cepat lelah, sakit kepala, dan sulit fokus. Meski tidak merusak usus seperti celiac, gejalanya tetap mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ada pula alergi gandum, yang berbeda dari intoleransi gluten. Reaksi alergi bisa muncul cepat, mulai dari gatal, sesak napas, hingga reaksi berat seperti anafilaksis.

Penting dicatat, bagi orang tanpa penyakit diatas, gluten tidak terbukti berbahaya. Sehingga, diet bebas gluten tidak selalu sehat. Produk-produk masa kini banyak yang dilabeli “gluten-free”, namun bisa saja malah tinggi gula, lemak, serta rendah serat. Tanpa perencanaan yang tepat, diet bebas gluten justru bisa membuat asupan nutrisi tidak seimbang. Karena itu, diet bebas gluten sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan medis, bukan sekadar tren.

Advertisement

Sehngga, lebih baik memilih makanan gluten-free yang alami, antara lain:
• Beras, jagung, singkong
• Tepung tapioka dan tepung beras
• Kentang, umbi-umbian
• Telur, ikan, daging segar
• Buah dan sayuran

Intinya, diet gulten-free tidak bisa asal dilakukan. Gluten berbahaya bagi sebagian orang dengan kondisi tertentu. Kunci utamanya adalah mengenali tubuh sendiri dengan pemeriksaan oleh dokter.

(Affrendi Kurniawan)

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Jauh dari Orang Tua Bukan Alasan Abaikan Kesehatan, Meal Prep Cocok untuk Anak Kos

Jauh dari Orang Tua Bukan Alasan Abaikan Kesehatan, Meal Prep Cocok untuk Anak Kos

Jauh dari Orang Tua Bukan Alasan Abaikan Kesehatan: Tips Hidup Sehat dan Hemat untuk Anak Kos

Kue Basah Kekinian Jadi Andalan, Disperindag Sleman Dorong Peluang Usaha Baru

Kue Basah Kekinian Jadi Andalan, Disperindag Sleman Dorong Peluang Usaha Baru

Selain teknik membuat kue, peserta juga dikenalkan penggunaan tepung mocaf berbahan ketela lokal yang dinilai punya prospek di pasar makanan sehat bebas gluten.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer