Malioboro Segera Full Pedestrian, Pemkot Jogja Siapkan Akses Digital dan Parkir

JOGJA - Peta penataan kawasan wisata ikonik Malioboro di Kota Yogyakarta kini resmi memasuki babak baru yang sangat menentukan arah keberlanjutan pariwisata serta tata ruang daerah.
Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta merencanakan seluruh koridor jalan utama tersebut bakal bersih total dari lalu lalang kendaraan bermotor pada bulan November 2026 mendatang.
Menanggapi rencana Malioboro kawasan full pedestrian tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta langsung bergerak cepat mematangkan berbagai infrastruktur penunjang yang dinilai sangat mendesak.
Salah satu fokus prioritas dalam persiapan ini adalah menjamin ketersediaan lokasi memarkir kendaraan yang representatif, aman, dan mudah diakses para wisatawan maupun warga lokal.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pemataan kantong parkir baru harus diselesaikan secara cermat jauh-jauh hari sebelum kebijakan penghentian akses kendaraan resmi diberlakukan.
Jika kantong parkir tidak disiapkan secara matang, Pemkot Yogyakarta memprediksi bakal muncul kendala lalu lintas baru yang berpotensi menyulitkan pergerakan wisatawan saat hendak berkunjung.
Pemkot Yogyakarta kini gencar menyisir sejumlah lahan potensial di sekitar jalan penyangga Malioboro untuk kemudian dialihfungsikan menjadi area penampungan kendaraan bermotor pengunjung.
Salah satu lokasi strategis yang telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Hasto Wardoyo adalah kompleks bangunan SMP Negeri 3 Yogyakarta di Jalan Pajeksan, Gedongtengen.
Lahan sekolah tersebut dinilai menyimpan peluang serta potensi besar untuk difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan bagi para pengunjung yang hendak berwisata jalan kaki.
Mantan Bupati Kulon Progo itu menekankan bahwa pemenuhan ruang parkir pengganti merupakan kewajiban primer pemerintah kota sebelum aturan sterilisasi jalan benar-benar diterapkan secara penuh.


