Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Turing ke Gunungkidul, Cara Forward Potret Langsung Dinamika Wisata di Kawasan Selatan

H
Penulis: Heru Pratomo❯
Turing ke Gunungkidul, Cara Forward Potret Langsung Dinamika Wisata di Kawasan Selatan
Turing ke Gunungkidul, Cara Forward Potret Langsung Dinamika Wisata di Kawasan Selatan

Advertisement

 

Hobi touring para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Peliput Djarum (Forward) berlanjut. Kali ini dengan menjelajahi pantai selatan Gunungkidul, Minggu (25/10). Sebelas wartawan berangkat bersama-sama untuk melihat langsung perkembangan wisata di Gunungkidul selatan.

Jarak jalan utama Baron-Tepus ke objek wisata On The Rock di kawasan Pantai Drini, Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul kurang dari satu kilometer. Tapi banyaknya bus pariwisata, kendaraan pribadi wisatawan, baik mobil dan motor, hingga jip wisata membuat perjalanan tersendat. Membutuhkan waktu beberapa menit untuk menembus kemacetan.

Advertisement

"Itu masih mending, kalau pas liburan panjang bisa dua sampai tiga jam," kata Staf Manajemen On The Rock, Artika saat menyambut rombongan Forward.

Sebagai objek wisata yang relatif masih baru, On The Rock memang sudah menjadi tujuan wisatawan. Baik dari lokal DIY maupun luar daerah. Sejak kali pertama beroperasi pada 19 Desember 2025 lalu, Om The Rock yang awalnya hanya dikonsep untuk dikunjungi ratusan orang bisa didatangi hingga ribuan orang per harinya.

Advertisement

"Terus terang kami tidak menyangka antusiasme begitu tinggi, apalagi kami relatif baru buka," ungkapnya.

Antisipasi pun dilakukan. Selain penambahan fasilitas juga dengan menggandeng warga sekitar. Mulai dari penyediaan lokasi parkir hingga aktivitas lain yang bisa dikerjakan warga setempat. Selain parkir dan jip wisata, ada juga yang membuka jasa foto. Menurut dia warga lokal bahkan ikut dikaryakan sebagai pegawai di On The Rock.

"Sembilan puluh lima persen pegawai di sini warga setempat, saya juga asli Gunungkidul," kata Artika yang sebelumnya berkerja di Kota Jogja.

Kondisi yang hampir sama juga ditemui di HeHa Ocean View, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunungkidul. "Waktu terbaik untuk datang saat sunset, antara pukul 15.30 hingga 18.00, saat bayangan matahari tepat jatuh di laut lepas," terang Sisca, perwakilan manajemen HeHa Ocean View.

Saat itu rombongan Forward datang pukul 09.00. Meski bukan waktu terbaik, tapi tetap bisa menikmati objek wisata di atas tebing karst yang menyajikan pemandangan laut lepas tersebut. Di HeHa Ocean View ada tak kurang dari 12 spot foto berkonsep unik, mulai dari ikon berarsitektur Santorini ala Yunani, Trinity Glass, Air Balloon, hingga lanskap Pink Horizon.

Advertisement

Artikel Terkait

Lulusan SMA/SMK Tak Lanjut Kuliah, BLK Gunungkidul Hanya Tampung 112 Peserta

Lulusan SMA/SMK Tak Lanjut Kuliah, BLK Gunungkidul Hanya Tampung 112 Peserta

Sebanyak 8.700 lulusan SMA/SMK Gunungkidul, 92% SMK dan 44% SMA tak lanjut kuliah. BLK hanya menampung 112 peserta dari tujuh pelatihan; peserta lolos mendapat sertifikat BNSP. Prioritas lulusan SMA/SMK sederajat ini.

Musim Hujan Mengintai Gunungkidul, Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang Terkendala Alat dan Tenaga

Musim Hujan Mengintai Gunungkidul, Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang Terkendala Alat dan Tenaga

Memasuki musim hujan, pohon rawan tumbang di Gunungkidul menjadi perhatian. Pemangkasan terkendala keterbatasan alat, skylift, dan tenaga teknis. Petugas mengandalkan laporan warga serta koordinasi dengan BPBD.

Gunung Ibu Erupsi Lagi! Kolom Abu Capai 500 Meter, Warga Diminta Jauhi Kawah

Gunung Ibu Erupsi Lagi! Kolom Abu Capai 500 Meter, Warga Diminta Jauhi Kawah

Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (26/10/2026) pagi. Aktivitas vulkanik tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer