Purbaya menyebut salah satu sinyal kuat perbaikan ekonomi tercermin dari pasar saham. Pada penutupan perdagangan Rabu (26/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi baru di level 8.602.
Pada perdagangan saham Kamis pagi ini, IHSG berada di level tertinggi 8.622,26 dan level terendah 8.570,90.
Pemerintah optimistis pemulihan ekonomi Indonesia semakin nyata menjelang akhir tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025 mampu mencapai 5,6 hingga 5,7 persen, setelah sebelumnya sempat melambat.
“Kami berharap ekonomi di triwulan IV bisa tumbuh 5,6–5,7 persen.
Kalau ini terjadi, maka momentum pertumbuhan ekonomi kita sudah berbalik, dari melambat ke arah percepatan.
Laju pertumbuhan ekonomi setahun penuh bisa mencapai 5,2 persen,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (27/11).
Meski sering dianggap hanya dinikmati sebagian kelompok masyarakat, momentum kenaikan IHSG dinilai menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Rekor baru IHSG menjadi sinyal positif bagi investor jangka panjang bahwa terjadi perbaikan kondisi ekonomi. Pada akhirnya investor jangka pendek juga akan ikut masuk bila kinerja positif bisa terus dipertahankan,” ujarnya.
Purbaya juga mengatakan bahwa kebijakan penempatan dana pemerintah melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL) menjadi salah satu motor penggerak pemulihan.
Pemerintah telah menggelontorkan dana Rp200 triliun kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada 12 September 2025, yang kemudian ditambah Rp76 triliun pada 10 November 2025 untuk menggerakkan sektor riil.
Stimulus tersebut dinilai meningkatkan optimisme masyarakat dan mempercepat aktivitas ekonomi.
Hal itu terlihat dari indeks kepercayaan konsumen terhadap kinerja pemerintah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang naik tajam menjadi 113,3 pada Oktober dari 101,5 di bulan sebelumnya.
Dengan meningkatnya kepercayaan publik, Purbaya menyebut kondisi sosial-politik juga berpotensi lebih kondusif.
“Dengan membaiknya kepercayaan masyarakat ke kinerja pemerintah, Purbaya yakin demonstrasi ke depan akan bisa berkurang dan pemerintah bersama DPR bisa fokus menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” tuturnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga momentum pemulihan agar ekonomi nasional semakin kuat pada tahun depan.
“Kuncinya ke depan adalah kita harus terus jaga momentum perbaikan ini. Jangan sampai hilang sehingga kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. Kalau kita bisa jaga sih, tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit, saya pikir,” katanya.
Muhtar Dinata