JOGJA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026 ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah sudah melakukan antisipasi. Yaitu dengan melakukan penambahan stok bahan bakar minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Untuk BBM, diprediksi jenis Pertamax Turbo yang kenaikannya paling signifikan. "Untuk Pertamax Turbo kami prediksi naik sampai 55,3 persen," kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Fanda Chrismianto dalam jumpa pers secara daring pada Kamis sore (12/3).
Sedang untuk BBM jenis Pertalite diperkirakan naik 30 persen, sedang Pertamax mengalami kenaikan 29,7 persen. "Sehingga total untuk gasoline kenaikan kurang lebih 30 persen atau 16.800-an kiloliter," jelasnya.
Dia merinci, untuk BBM nonsubsidi lainnya seperti Dexlite juga diprediksi melonjak hingga 70,5 persen. Sedang Pertamina Dex sebesar 64,2 persen.
Tapi untuk Solar, dia menyebut , diperkirakan akan merosot sekitar 13 persen selama arus mudik dan balik Lebaran nanti. "Karena adanya kebijakan pembatasan operasional angkutan barang atau truk sumbu tiga ke atas selama puncak arus mudik dan balik," ungkapnya.
Pertamina juga sudah melakukan antisipasi meningkatnya konsumsi masyarakat. Di antaranya dengan menyiapkan ekstra dropping serta penyaluran fakultatif di wilayah kerjanya. Di antaranya dengan tetap melakukan aktivitas penyaluran di tanggal merah, yang biasanya tidak dilakukan.
"Jika penyaluran fakultatif tersebut juga belum mencukupi kami juga siapkan ekstra dropping," ungkapnya.
Untuk itu sudah dimulai pemetaan di wilayah DIY dan Jawa Tengah yang diperkirakan akan terjadi kepadatan dan peningkatan konsumsi. Yaitu di kawasan tol Trans-jawa dan di pantai Utara dan pantai selatan Jawa yang memiliki banyak destinasi wisata.
"Pertamina juga menyiapkan 21 unit SPBU modular, atau SPBU sementara yang ditempatkan di titik strategis jalur mudik," paparnya.
Bagaimana dengan LPG? Fanda mengatakan, pihaknya juga sudah menghitung akan ada kenaikan permintaan LPG sebesar sembilan persen, dari rata-rata normal 4.854 metrik ton menjadi 5.293 metrik ton. Hal tu berdasarkan meningkatnya aktivitas masyarakat jelang dan selama Lebaran.
Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga JBT Priyo Djatmiko menyebut, jika melihat data prediksi konsumsi LPG lebih rendah dari BBM, proses pengisian tangki penyimpanan terus dilakukan secara berkala melalui suplai kapal tanker.
Sudah disiapkan extra dropping sebesar 8,33 persen atau setara 3.145.050 tabung yang disalurkan bertahap. "Kami juga alokasi fakultatif sebanyak 5.902.480 tabung LPG untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat Lebaran dan Nyepi," kata dia.
Stok LPG dipastikan terjaga dengan manajemen pengisian yang menyerupai sirkulasi bak mandi. "Keran suplai akan terus dibuka sebelum kapasitas penyimpanan menyentuh batas minimum," ungkapnya.
Editor : Heru Pratomo