Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Hadir dengan Banyak Adegan Gore, Begini Tanggapan Arkasha Stevenson, Sutradara Film Horor The Omen

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 4 April 2024 | 23:15 WIB
Poster Film The Omen.
Poster Film The Omen.

RADAR MALIBORO - The First Omen merupakan prekuel dari film The Omen 1976.

Film ini menceritakan tentang Margaret (Nell Tiger Free) yang dikirim ke Roma untuk memulai pelayanan di gereja.

Saat tiba di gereja, tiba-tiba dia dihadapkan pada situasi yang membingungkan karena kemunculan anak titisan iblis.

The First omen tidak hanya menampilkan mahkluk supranatural tetapi juga banyak menampilkan adegan sadis yang membuat terkejut.


Film horror ini juga dimainkan oleh Ralph Ineson, Bill Nighy dan Sonia Braga.

Film ini juga sebagai film debut penyutradaraan Arkasha Stevenson.

Naskah film ini ditulis oleh Stevenson, Tim Smith dan keith thomas dari sebuah cerita yang ditulis oleh ben jacoby.

Dilansir dari Den of Geek, film ini sebagaian besar diisi oleh para wanita.

Mulai dari para biarawati dan suster di panti asuhan, juga gadis-gadis yatim piatu yang diasuh oleh para biarawati.

Bagi sutradara Arkasha Stevenson hal ini merupakan elemen yang penting.

"Ketika saya mewarisi naskahanya, naskah tersebut sudah menjadi Prekuel Omen," Jelas Stevenson.

"Tulang-tulangnya sudah ada di tempat, saya bekerja sama dengan rekan penulis dan rekan kreatif, tim Smith dan apa yang kami lakukan benar mempersonalisasikannya dan membuat kengeriannya menjadi lebih personal, yang bagi saya adalah membawanya ke dalam ranah horor tubuh, karena berkaitan dengan tubuh wanita," bebernya.

Menurut stevenson apa yang penting untuknya tidak dilakukan adalah memfetiskan horor tubuh.

"Dan sebagai contoh, para wanita yang menjadi korban kengerian tersebut," ungkapnya sembari menekankan perlunya memanusiakan para wanita yang mengalami cobaan tertentu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa secara historis genre horor tidak dikenal terlalu menghormati tubuh wanita, terutama dengan adegan-adegan yang bersifat intim.

Namun Stevenson bersikeras bahwa pengalaman manusiawi dari karakter wanitanya haruslah menjadi yang utama diabndingkan adegan-adegan yang terkesan eksploitatif.

Stevenson tumbuh dengan film horor sejak usia muda, seperti film The Exorcist, Rosemary's Baby, dan tentu saja film asli Omen sebagai film yang ia sukai.

"Apa yang sangat menyenangkan dari film itu adalah saya tidak menontonnya melalui lensa horor. Saya hanya menontonnya melalui lensa menonton orang lain," ujarnya.

Dikatakan, horor merupakan genre yang sangat luas dan mudah untuk dieksplorasi.

"Karena genre ini mencakup semua topik, emosi manusia, dan spektrum," tambahnya.

Film ini bisa dibilang sesuai dengan The Omen versi 1976 tetapi film ini tetap mempertahankan identitasnya sendiri dengan menampilkan bidikan-bidikan indah kota Roma, dan kostum luar biasa Paco Delgado.

Dan tentu saja ada kisah asal usul Damien yang harus digali.

"Penting bagi kami untuk dapat menceritakan kisah [Margaret] yang berdiri sendiri dan juga dapat menyatu dengan versi tahun '76'," kata Stevenson.

"Jadi kami memang melanggar aturan sambil mencoba untuk tetap menjaga semangat aslinya. Namun kami sangat bersemangat untuk melakukan sesuatu yang baru dan segar," imbuhnya.

The First Omen mulai tayang 3 April 2024 di Bioskop Indonesia. (Hans Christian Widjaya)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Adegan Gore #sutradara #film horor #prekuel #The First Omen