RADAR MALIOBORO – Kisah tentang kehidupan pribadi Nimas yang diteror dan dikuntit oleh Adi selama 10 tahun dari tahun dari 2014 hingga 2024 ini menarik perhatian pihak produksi Soraya Intercine Films dan memutuskan untuk mengangkatnya ke layar lebar.
Pihak rumah produksi telah resmi mengumumkan bahwa kisah Nimas Neraka 10 tahun ke dalam film, seperti yang terlihat dalam unggahan di akun media sosial resminya.
“Soraya Intercine Films telah memiliki hak adaptasi cerita 'Nimas Neraka 10 Tahun' adalah kisah nyata Nimas, seorang gadis yang telah diteror obsesi selama 10 tahun. Temani perjuangan Nimas. Segera di Bioskop,” demikian keterangan dalam unggahan Instagram resminya.
Cerita tentang Nimas yang dikuntit oleh Adi selama 10 tahun terkenal viral di media sosial. Banyak netizen yang menaruh perhatian pada wanita asal Surabaya ini karena ikut merasa kesal bahkan geram atas perbuatan pelaku. Kebaikan Nimas terhadap Adi justru dibalas dengan obsesinya yang mau menguasainya bahkan hendak menghancurkan kehidupan Nimas.
Nimas mengaku senang kisah hidupnya yang selama 10 tahun dikuntit dan mendapat terror akhirnya bisa diangkat ke layar lebar. Saya berharap film ini dapat memberikan nilai positif kepada penontonnya.
Diceritakan Nimas, ia mengaku awalnya tidak menyangka jika tulisan tentang pengalaman pribadinya mendapat respon positif di media sosial. ia sengaja mempostingnya di media sosial untuk menimbulkan efek jera bagi pelakunya dan agar pihak yang bersangkutan dapat menerima sanksi sosial.
Baca Juga: Sudah Tayang di Netflix, Film Agak Laen Sudah Bisa Ditonton Mulai Hari Ini!
“Saya tidak menyangka kisah saya akan dijadikan film. Karena tujuan menviralnya kemarin adalah untuk memberikan sanksi sosial kepada pelaku. Dan sekarang ada rezeki seperti ini ya aku Alhamdulillah banget. Rezeki di luar ekspetasi,” kata Nimas saat dihubungi, Kamis (30/5).
Nimas menambahkan, ketika tawaran menjadikan kisahnya sebagai film datang dan ia bertemu langsung dengan Sunil Soraya selaku produser, ia menerima tawaran tersebut tanpa ada keraguan.
"Aku langsung setuju karena ini Soraya Intercine Films, siapa yang tidak tahu Soraya? Sudah terkenal membuat film dari sebelum aku lahir,” aku Nimas.
“Dia tertarik untuk menjadikan kisah pribadinya sebagai film dengan harapan ada yang dapat dipetik dari para penonton ketika menonton filmnya. Salah satu hal yang hendak disampaikan adalah ingin mengajak korban lain yang mungkin punya pengalaman serupa untuk tidak takut untuk bersuara.
“Aku butuh wadah, butuh ruang untuk speak up untuk masalah dan keresahanku. Ini menjadi ruang untuk Perempuan lain yang merasakan hal sama. Benang merahnya adalah menjadi Perempuan, sudah lama tidak bisa berbuat apa-apa, lemah dan bingung selalu disepelekan, akhirnya berjuang sendiri.
Semoga film dari kasusku ini membuat orang jadi lebih open minded,” harapnya. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin