Protes besar-besaran terjadi pada pemutaran perdana film ini di Los Angeles pada Selasa (11/2).
Demonstran pro-Palestina mengecam pemilihan aktris Israel Shira Haas serta karakter yang ia perankan dalam film tersebut, Sabra tokoh superhero Israel.
Gerakan boikot Captain America: Brave New World dimulai secara online pada 2022, saat film ini pertama kali diumumkan. Diskusi tentang boikot ini mulai tersebar di platform seperti Reddit dan X, dan semakin memanas setelah Marvel mengumumkan bahwa Shira Haas akan memerankan Sabra.
Alasan Film Ini Diboikot
Film ini menghadirkan karakter Sabra, seorang pahlawan super asal Israel yang pertama kali diperkenalkan dalam komik Marvel pada tahun 1980-an.
Sabra, yang juga dikenal dengan nama asli Ruth Bat-Seraph, merupakan seorang mutant dengan hubungan erat dengan pemerintah Israel dan Mossad, badan intelijen nasional Israel. Dalam komiknya, Sabra digambarkan sebagai agen Mossad yang bertugas untuk menjaga keamanan Israel.
Keterkaitan karakter ini dengan militer Israel serta tindakannya yang kontroversial, seperti yang dituduhkan oleh sebagian pihak, memicu kritik keras dari aktivis Palestina dan kelompok pro-Palestina.
Selain karakter Sabra, kontroversi juga melibatkan pemilihan aktris Israel Shira Haas untuk memerankan tokoh tersebut.
Shira Haas, yang terkenal lewat perannya dalam serial Unorthodox, dianggap oleh beberapa pihak sebagai pendukung kuat Israel.
Aktivis pro-Palestina menuduh Marvel berafiliasi dengan kepentingan Israel melalui pemilihan Haas, yang dinilai dapat memperkuat citra Israel dalam film Hollywood.
Respons Marvel terhadap Kontroversi
Dalam sebuah wawancara pada 2022, Marvel menjelaskan bahwa meskipun karakter-karakter dan cerita mereka terinspirasi oleh komik, mereka selalu berusaha untuk mengimajinasikan ulang tokoh-tokoh tersebut sesuai dengan kebutuhan dan audiens saat ini.
Mereka menyatakan bahwa Sabra dalam Captain America: Brave New World merupakan pendekatan baru untuk karakter yang sudah ada selama lebih dari 40 tahun.
Namun, penjelasan ini tidak menyurutkan gelombang protes. Pada pemutaran perdana film, para demonstran menggelar aksi dengan membawa spanduk bertuliskan "Sabra has got to go" dan "Disney supports genocide", serta meneriakkan "Free Palestine".
Meski kontroversi ini semakin memanas, Captain America: Brave New World tetap dijadwalkan tayang pada 14 Februari 2025.
Dengan adanya protes yang terus berlangsung, belum jelas bagaimana Marvel akan menangani backlash yang terus berkembang menjelang debut film ini.
Penulis: Abel Alma Putri