RADAR MALIOBORO - Film animasi Indonesia Jumbo, yang dirilis pada 31 Maret 2025 bertepatan dengan Idulfitri, telah mencatatkan sejarah sebagai film animasi terlaris sepanjang masa di Indonesia dan Asia Tenggara.
Dalam 11 hari penayangannya, film ini berhasil meraih lebih dari 2 juta penonton, dan pada hari ke-14, jumlah penonton mencapai 3 juta, menjadikannya salah satu film dengan pertumbuhan tercepat di box office nasional.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy dalam debut penyutradaraannya, Jumbo mengisahkan Don, seorang anak yatim piatu berusia 10 tahun yang sering diremehkan karena tubuhnya yang besar.
Don memiliki buku dongeng warisan orang tuanya yang menjadi sumber inspirasi.
Ketika buku itu dicuri, Don bertemu Meri, roh misterius yang memintanya membantu menemukan keluarganya.
Petualangan mereka mengajarkan Don tentang persahabatan, keberanian, dan penerimaan diri.
Keberhasilan Jumbo menunjukkan adanya permintaan tinggi untuk konten keluarga yang menghangatkan hati di tengah dominasi film horor di pasar Indonesia.
Produser Anggia Kharisma menyatakan, angka ini bukan hanya soal penjualan tiket, tapi cinta, harapan, dan kepercayaan pada cerita lokal, yang lebih menekankan respons emosional dari penonton Indonesia.
Secara teknis, Jumbo dipuji setara dengan standar internasional.
Proses produksinya melibatkan lebih dari 420 kreator, termasuk animator dan pengisi suara ternama seperti Prince Poetiray, Bunga Citra Lestari, dan Ariel Noah.
Meski sebagian besar ulasan positif, ada kritik tentang pacing yang lambat dan storyboarding yang kurang optimal, terutama dalam penyelesaian konflik.
Film ini juga direncanakan tayang di 17 negara lain, termasuk Malaysia, Singapura, dan Rusia, mulai Juni 2025, menandakan ekspansi global.
Dengan pencapaian ini, Jumbo bukan hanya kesuksesan komersial, tetapi juga tonggak penting bagi industri animasi Indonesia.
Ini membuktikan bahwa cerita lokal dengan tema universal dapat bersaing di kancah global. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva