Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Guguran Awan Panas Gunung Merapi Tak Picu Hujan Abu Vulkanik, BPBD Sleman: Di Puncak Hujan

Iwan Nurwanto • Sabtu, 2 Desember 2023 | 04:39 WIB
AMAN: Gunung Merapi mengeluarkan guguran panas sebanyak dua kali pada Jumat (1/12) malam. (Istimewa)
AMAN: Gunung Merapi mengeluarkan guguran panas sebanyak dua kali pada Jumat (1/12) malam. (Istimewa)

SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan guguran panas pada Jumat (1/12) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyebut dampak dari peristiwa tersebut tidak menimbulkan hujan abu vulkanik. 

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan, tidak adanya dampak hujan abu dikarenakan puncak Gunung Merapi mengalami hujan. Sehingga ada kemungkinan abu vulkanik dampak guguran awan panas larut bersama air.

“Puncak hujan, abu vulkanik aman,” ujar Makwan, Jumat (1/12).

Sebagaimana diketahui, awan panas guguran di Gunung Merapi terjadi dua kali. Pertama pada pukul 19.27 dengan durasi 228 detik amplitudo maksimal 40 mm. Guguran tersebut memiliki jarak luncuran 2.000 meter ke arah barat daya menuju Kali Bebeng.

Sementara guguran kedua terjadi pada pukul 19.47 dengan durasi 132 detik amplitudo maksimal 42 mm. Adapun jarak luncurannya mencapai 1.200 meter ke arah selatan menuju Kali Boyong.

Makwan memastikan jarak luncur masih dalam zona rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Sehingga situasinya pun masih aman terkendali.

Dari informasi yang diterima Radar Jogja, dampak guguran Gunung Merapi justru terjadi di kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Dua desa di kecamatan tersebut yakni Jrakah dan dusun Stabelan diketahui mengalami hujan abu vulkanik. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#bpbd #abu vulkanik #sleman #gunung merapi