RADAR MALIOBORO – Pemerintah kembali mempercepat distribusi bantual sosial (bansos) sebagai langkah strategis menghadapi tekanan ekonomi masyarakat menjelang tutup tahun. Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan tiga jenis bansos kepada lebih dari 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan data terbaru dari Data Tunggal Sosial ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyebutkan bahwa bansos yang disalurkan meliputi Program Keluarga Berencana (PKH), bantuan pangan/sembako, serta Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) atau BLT Kesra. “Ini bagian dari komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang berada di kelompok rentan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/10).
BLT Kesra menjadi salah satu sorotan karena diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan selama Oktober hingga Desember 2025. Artinya, setiap keluarga akan menerima total Rp900 ribu dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Dana ini diharapkan dapat membantu kebutuhan dasar rumah tangga, terutama menjelang musim hujan dan libur akhir tahun.
Distribusi bansos dilakukan secara bertahap melalui dua jalur utama: Bank Himbara (Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI) serta PT Pos Indonesia untuk wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan. Saat ini, sekitar 14 juta KPM regular telah menerima PKH dan sembako, sementara BLTS akan mulai dicairkan pekan ini untuk 14 juta KPM tambahan.
“Kami sedang konsolidasi data untuk lebih dari 700 ribu penerima tambahan yang akan disalurkan melalui PT Pos. penyaluran akan dimulai akhir minggu ini atau awal minggu,” jelas Gus Ipul.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan status penerima bansos, Kemensos menyediakan dua kanal digital: situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos di Android. Cukup dengan KTP dan ponsel, warga bisa mengecek apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG. Dengan distribusi bansos yang tepat sasaran dan transparan, diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat jarring pengaman sosial nasional.
Baca Juga: Milk & Matcha Palagan, Spot Nongkrong Baru yang Viral di Jogja
“Bansos bukan sekadar bantuan tunai, tapi bentuk kehadiran negara di tengah rakyatnya,” tutup Gus Ipul.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin