Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kronologi Menteri HAM Natalius Pigai Tantang Debat Guru Besar UGM Yogyakarta Zainal Arifin Mochtar Soal Kasus HAM

Editor Content • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:52 WIB

Natalius Pigai.
Natalius Pigai.

RADAR MALIOBORO - Polemik hak asasi manusia (HAM) kembali memanas di ranah publik.

Menteri HAM Natalius Pigai secara terbuka menantang Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, yang akrab disapa Uceng, untuk berdebat secara live di TV nasional.

Tantangan ini muncul di tengah diskusi panas soal pemahaman dan penanganan kasus HAM di Indonesia, menarik perhatian warga Jogja dan komunitas akademik UGM.

Debat yang diusulkan Pigai ini diharapkan membahas satu per satu kasus HAM kontroversial, mulai dari pelanggaran berat hingga isu terkini.

Sebagai dosen hukum konstitusi di UGM Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar dikenal sebagai pakar yang vokal dalam isu demokrasi dan HAM, sementara Pigai, sebagai Menteri HAM, sering mengkritik kebijakan pemerintah terkait hak asasi.

Warga Jogja, khususnya mahasiswa UGM, antusias menyambut potensi debat ini sebagai wadah edukasi publik tentang HAM di tengah maraknya kasus pelanggaran di Indonesia.

Kronologi Lengkap Kasus Tantangan Debat HAM

Kronologi perseteruan ini bermula dari pertukaran cuitan di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), yang kemudian viral dan menjadi perbincangan nasional.

Berikut urutan kejadian secara rinci:

1. Awal Mula di Media Sosial: Beberapa hari lalu, Prof. Zainal Arifin Mochtar menyatakan kesiapannya untuk "belajar" memahami HAM dari Natalius Pigai. Pernyataan ini disampaikan melalui cuitan di X, di mana Uceng menyebut dirinya siap mendebatkan isu HAM secara terbuka. Hal ini diduga sebagai respons atas kritik Pigai terhadap penanganan HAM oleh pemerintah.

2. Balasan dari Pigai: Tak lama kemudian, Natalius Pigai merespons dengan tantangan langsung. Ia mengajak Uceng untuk debat live di TV nasional, dengan janji diskusi ilmiah yang mendalam tentang kasus-kasus HAM. Pigai menekankan bahwa debat ini harus satu per satu kasus, agar publik bisa memahami secara jelas.

3. Respons Uceng dan Permintaan Kontak TV: Zainal Arifin Mochtar menyambut baik tantangan tersebut, namun meminta Pigai yang menginisiasi kontak dengan pihak TV nasional. Ia juga menyindir kapasitas Pigai sebagai menteri untuk mengatur debat semacam ini, yang semakin memanaskan situasi.

4. Viral dan Reaksi Publik: Pertukaran ini cepat viral, dengan ribuan retweet dan komentar dari netizen. Di Yogyakarta, mahasiswa UGM mulai membahas potensi dampak debat ini terhadap pendidikan HAM di kampus, sementara aktivis lokal menilai ini sebagai momentum untuk transparansi pemerintah.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak soal jadwal debat. Namun, Pigai menyatakan siap "mengajari" Uceng tentang HAM secara langsung, sementara Uceng menegaskan debat harus berbasis fakta dan ilmiah. Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi HAM di Indonesia, dan diharapkan bisa menjadi langkah positif untuk penyelesaian isu-isu sensitif. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#zainal arifin mochtar #debat #ham #natalius pigai #uceng