Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tahukah Kamu? Tahun 1924 Rusia Gelar Catur Raksasa dengan Bidak Manusia

Magang Radar Malioboro • Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:56 WIB
Potret pertandingan catur manusia di Rusia pada 1924 yang digelar di ruang publik sebagai atraksi massal.” (Sumber: kolase berbagai sumber)
Potret pertandingan catur manusia di Rusia pada 1924 yang digelar di ruang publik sebagai atraksi massal.” (Sumber: kolase berbagai sumber)

RADAR MALIOBORO— Sejarah mencatat, Rusia pernah menggelar pertandingan catur paling tidak biasa di dunia. Pada 20 Juli 1924, pusat Kota Leningrad, kini dikenal sebagai Sankt Peterburg berubah menjadi papan catur raksasa dengan bidak yang diperankan oleh manusia sungguhan.

Peristiwa unik ini berlangsung di Ploshchad Uritskogo, yang sekarang bernama Dvortsovaya Ploshchad, tepat di depan Museum Hermitage. Ribuan warga berkumpul untuk menyaksikan pertandingan yang melibatkan dua master catur ternama saat itu, Pyotr Romanovsky dan Ilya Rabinovich.

Dalam pertandingan tersebut, Tentara Merah Uni Soviet berperan sebagai bidak putih, sementara marinir Armada Merah menjadi bidak hitam. Artileri digunakan sebagai benteng, dua komandan bersenjata pedang berperan sebagai raja, dan dua perempuan dipercaya memerankan ratu—salah satunya merupakan istri Rabinovich. Bahkan, bidak kuda benar-benar menggunakan kuda asli, meski tidak ada peran gajah atau bishop dalam pertunjukan ini.

Instruksi langkah catur disampaikan oleh para pemain melalui sambungan telepon kepada asisten, lalu diteruskan kepada “bidak-bidak manusia” menggunakan pengeras suara. Setiap langkah berarti pergerakan nyata manusia di atas lapangan terbuka, bukan sekadar memindahkan bidak kayu.

Pertandingan catur manusia ini berlangsung selama sekitar lima jam dan berakhir imbang pada langkah ke-67. Diperkirakan sekitar 8.000 penonton menyaksikan langsung jalannya duel strategi tersebut.

Tak sekadar hiburan, pertandingan ini digelar sebagai bagian dari upaya mempromosikan catur di Uni Soviet, yang saat itu dianggap sebagai simbol kecerdasan, disiplin, dan strategi kolektif. Menariknya, peristiwa ini juga bertepatan dengan tahun berdirinya Federasi Catur Dunia (FIDE), yang kemudian menetapkan 20 Juli sebagai Hari Catur Internasional.

Hingga kini, pertandingan catur raksasa dengan bidak manusia di Rusia tahun 1924 dikenang sebagai salah satu pertunjukan paling unik dalam sejarah olahraga dan budaya dunia.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#manusia #catur #olahraga #rusia