Sehingga tak jarang tekanan yang didapatkan oleh setiap orang itu sangat tinggi, bahkan bukan hanya tekanan dari pekerjaan saja tetapi tekanan sosial di Jepang juga cukup tinggi.
Karena tekanan tersebut menjadikan banyak warga Jepang yang melakukan bunuh diri.
Walaupun dilansir dari The Asahi Shimbun, Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan 21.837 orang melakukan bunuh diri pada tahun 2023, turun sedikit dari tahun sebelumnya dan merupakan penurunan pertama dalam dua tahun.
Namun dengan turunnya angka bunuh diri terdapat hal lain yang sedang ramai di Jepang, yaitu banyaknya kasus orang hilang.
Tetapi alih-alih menghilang karena bunuh diri justru hal ini karena mereka sengaja untuk menghilang dan membuat identitas baru atau kehidupan baru.
Fenomena ini disebut Jouhatsu, lalu apa itu Joihatsu? Jouhatsu bisa diartikan sebagai tindakan seseorang yang tiba-tiba menghilang dari kehidupan tanpa meninggalkan jejak.
Fenomena inipun bukan hanya kabar burung semata, melainkan realitas yang yang benar-benar terjadi sampai menarik para sosiolog dan psikolog.
Hal yang menyebabkan orang melakukan Jouhatsu inipun beragam, selain adanya tekanan dari pekerjaan dan kehidupan sosial, terdapat beberapa penyebab lainnya juga.
Di antaranya karena masalah utang yang sudah menumpuk, lalu kegagalan dalam hubungan asmara atau keluarga, dan beberapa orang memilih Jouhatsu ini untuk memulai hidup baru dengan identitas yang baru.
Sebelum menghilang, seseorang yang akan melakukan Jouhatsu biasanya akan melakukan persiapan yang matang.
Mereka akan menjual harta benda, memutus kontak dengan orang-orang terdekat, dan mengubah penampilan fisik sampai bisa melakukan operasi plastik.
Setelah itu, mereka akan menghilang tanpa meninggalkan jejak.
Fenomena Jouhatsu memiliki dampak yang signifikan bagi keluarga dan masyarakat. Keluarga yang ditinggalkan akan merasa kehilangan dan bingung.
Selain itu, Jouhatsu juga dapat menimbulkan masalah sosial, seperti hilangnya tanggung jawab keuangan atau hukum.
Fenomena Jouhatsu merupakan cerminan dari kompleksitas masalah sosial yang dihadapi Jepang. Memahami akar penyebab fenomena ini sangat penting untuk mencegah terjadinya hal serupa di masa depan.
Penulis: Demartha Salsa Anugrah