JOGJA - Setelah puluhan tahun merantau dan meninggalkan Jogjakarta, Herum Fajarwati akhirnya kembali. Dia kembali sebagai kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY.
Herum resmi dilantik pada April 2023 lalu. Sudah sekitar tujuh bulan menjabat.
Perempuan asal Seyegan, Sleman, tersebut memiliki memori yang berkelindan dengan masyarakat dan hiruk pikuk Jogjakarta. Lahir hingga menuntaskan bangku SMA di Jogjakarta.
Selepas SMA, Herum memutuskan merantau. Dia berkuliah ke Lampung.
"Waktu itu, di Lampung ada kakak. Akhirnya, saya ikut merantau. Itu sekitar 1983," katanya, Jumat (1/12).
Herum menyebut, Sumatera menjadi daerah dinas paling lamanya selama berkarir. Ia pernah bertugas di beberapa tempat seperti Kota Bandar Lampung, Metro, Tanggamus, kemudian promosi ke Bangka Belitung.
Karirnya melesat. Herum lantas pindah ke Jakarta, ke Gorontalo, dan ke Sumatera Barat. Akhirnya, kini berdinas di Jogjakarta.
Baca Juga: Guguran Awan Panas Gunung Merapi Tak Picu Hujan Abu Vulkanik, BPBD Sleman: Di Puncak Hujan
"Bisa dibilang setengah hidup saya di Sumatera. Gak nyangka juga akhirnya ditugaskan ke DIY, di kampung halaman," sambungnya.
Perempuan lulusan fakultas pertanian Universitas Lampung (Unila) tersebut menyampaikan, dinamika tugas di BPS relatif sama. Hanya lokasi saja yang berubah.
"Misal sekarang di DIY. Saya orang asli DIY, tapi saya lebih lama di lingkungan yang berbeda. Jadi, perlu penyesuaian juga," jelasnya.
Lebih lanjut, untuk membangun kedekatan dengan para pegawainya Herum menyebut, harus memahami budaya, karakteristik, dan tipikal orang-orangnya. Sebab, ada perbedaan di masing-masing daerah.
Secara umum, ia lebih banyak melakukan pendekatan humanis dengan memposisikan diri sebagai orang tua. Dia mendengar, mengajak ngobrol, dan berusaha hadir untuk para pegawainya
"Saya ingin punya peran mengasah, mengasih, dan mengasuh," lontarnya.
Herum membeberkan, suka bersilaturahmi dan menambah relasi dengan siapapun. Hal tersebut jauh lebih menyenangkan dan bermakna dibandingkan melakukan kegiatan untuk kesenangan sendiri.
"Silaturahmi itu jadi value penting, yang bermakna bagi kehidupan saya," ujarnya.
Herum juga berusaha menyeimbangkan kehidupannya dengan hal-hal lain seperti berolahraga hingga traveling. Namun, ia mengaku tidak memiliki hobi spesifik yang selalu dilakukannya.
Seperti traveling, ia menyukainya. Namun, tidak sampai membuat perencanaan matang dan rinci. Kebutuhan traveling dan olahraga sekaligus sering didapatkannya saat melakukan tugas atau dinas ke luar kota.
"Dua hal itu bisa dilakukan juga di sela kerja misalnya saat dinas ke luar kota atau luar pulau," lanjutnya.
Menyoal tanggung jawabnya di BPS DIY, Herum berharap bisa memberi dampak pembangunan di DIY melalui pembangunan statistik.
Ia meyakini, membangun statistik butuh peran nyata dari masyarakat. Jika masyarakat sudah sadar pentingnya statistik maka akan mempermudah kinerja dan pengumpulan data.
"Saya punya kecintaan terhadap tanah kelahiran, yang menjadi penambah semangat untuk membangun statistik di DIY," tegasnya.
Herum memproyeksikan, pembangunan statistik do DIY berjalan baik. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya statistik juga terus meningkat.
Hal ini bisa mempercepat realisasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Di mana, butuh dorongan dari semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut.
"Semua butuh data, supaya pembangunan terarah dan bisa tepat sasaran," tandasnya. (iza)