RADAR MALIOBORO – Malioboro merupakan salah satu tempat wisata terkenal di Yogyakarta. Banyak pengunjung yang menempatkan kawasan Malioboro sebagai tempat tujuan saat berlibur ke Jogja.
Malioboro juga terkenal akan berbagai tempat kulinernya, tempat-tempat pusat perbelanjaan, cafe-cafe, live music, dan juga spot foto.
Selain itu, Malioboro juga menjadi tempat terbuka bagi para seniman untuk menempatkan hasil karya seninya yaitu salah satunya instalasi seni berbentuk patung.
Instalasi seni berbentuk patung tersebut sudah tersedia di berbagai titik di sekitar jalanan Malioboro hingga titik nol kilometer Yogyakarta.
Instalasi seni tersebut bisa menjadi salah satu tempat spot foto bagi para pengunjung, yang di jamin instagramable.
Berikut beberapa instalasi seni berbentuk patung yang bisa pengunjung temukan karena patung tersebut masih berdiri hingga saat ini:
2 Patung Bedjokarto
Patung Bedjokarto ini terletak di titik nol Yogayarta menuju arah Alun-alun Selatan. Terdapar 2 patung Bedjokarto yang disediakan oleh Yogyakarta.
Patung pertama terletak di dekat lampu merah titik nol Yogyakarta. Patung ini menggunakan pakaian merah dengan dalaman putih yang dibelit sabuk bermotif batik.
Menggunakan kaos kai putih dan sepatuh hitam. Dilengkapi dengan tombak dan topi berbentuk kerucut berwarna merah.
Sedangkan patung kedua, terletak di depan tulisan Museum Sonobudoyo dekat dengan belokkan arah ke alun-alun selatan.
Patung Bedjokarto yang kedua ini, menggunakan baju bermotif vertikal di bagian lengan, dan bermotif horizontal di bagian badan.
Motif garis tersebut hadir dengan warna hitam dan abu-abu. Dilengkapi juga dengan dalaman berwarna merah dan sabuk yang sering dipakai di baju kebaya laki-laki.
Terdapat juga kain merah yang melingkari patung tersebut dari pundak hingga pinggang. Menggunakan sepatu, topi, dan tombak berwarna hitam.
Patung ini dinamakan Bedjokarto karena diambil dari kata “bedjo” yang berarti beruntung, dan “karto” yang berarti aman.
Patung Bedjokarto identik dengan giginya yang nyegir, badan yang tambun, dan senyum yang lebar. Bentuk tersebut merupakan representasi orang Jogja yang selalu bahagia.
Globe Berwarna Biru
Globe atau bola dunia ini terletak di depan tulisan Museum Sonobudoyo, atau tepat disamping sebelah kanan patung kedua Bedjokarto dekat dengan belokkan arah ke alun-alun selatan.
Globe ini berdiri dengan disangga 2 besi agar tetap berdiri sehingga memberikan kesan melayang bagi yang melihatnya.
Selain itu, globe ini juga dilingkari sebuah tulisan yang bisa saja berubah-ubah tegantung dengan situasi yang sedang terjadi di Jogja.
Replika Meriam
Replika Meriam ini merupakan jenis meriam yang ada pada saat jaman Belanda. Merupakan hasil pemberian dari Sri Sultan HB VIII untuk Museum Sonobudoyo.
Di bawah replika meriam tersebut tertulis penamaan “Meriyam 2 (Replika)” dan sejarahnya. Replika Meriam ini terletak di depan gerbang masuk Museum Sonobudoyo sebelah Timur.
Terdapat 2 replika meriam di sisi timur Museum Sonobudoyo ini dengan di bagian tengahnya terdapat patung Bedjokarto 2.
Buto Abang
Patung ini terletak di paling ujung sisi titik nol kilometer dekat alun-alun selatan. Masih sejajar dengan deretan patung bedjokarto, replika Meriam, dan globe.
Buto abang ini hadir dengan hanya menampilkan bagian kepala dan sati tangannya saja.
Sesuai dengan namanya, patung ini mempunyai warna kulit full berwarna merah.
Mempunyai 2 taring di gigi bagian bawah dan kuku-kuku yang panjang berwarna putih dan menampilkan ekspresi marah.
Patung Bregada
Patung ini tersedia disepanjang jalan Malioboro sisi kiri yang di mulai dari ujung jalan dekat parkiran Abu Bakar Ali.
Sebenarnya patung Bregada ini dihadirkan sebagai bentuk protokol kesehatan kota Yogyakarta terhadap wabah covid-19 tahun 2020 lalu.
Patung Bregada ini hadir dengan memegang termometer untuk membantu pemerintahan Jogja memeriksa suhu tubuh pengunjung Malioboro.
Walaupun saat ini wabah covid-19 sudah usai, patung tersebut tetap berdiri disepanjang jalan Malioboro sisi kiri, yang bisa menjadi spot foto para pengunjung. (Anistigfar/Radar Jogja)
Baca Juga: Kebijakan Baru Discord, Lindungi Identitas Gender dan Penamaan yang Tepat
Editor : Meitika Candra Lantiva