RADAR MALIOBORO - Jajaran Polsek Keraton dipimpin Ipda Tugino Kanit Samapta Polsek Kraton segera menindaklanjuti laporan masyarakat yang beredar di media sosial terkait ketidaknyamanan pengunjung di kawasan Plasa Pasar Ngasem dan berkoordinasi dengan Lurah Pasar setempat (3/9/2024).
Masyarakat mengadu akibat ada sekelompok pengamen yang bergantian menghampiri pengunjung. Pengamen tersebut menunjukkan sikap yang kurang simpatik, karena sedikit memaksa ketika tidak dikasih uang, bahkan mereka juga marah-marah kepada pengunjung yang mereka jumpai.
Suasana Pasar Ngasem riuh dengan pengunjung. Ada yg sarapan, olahraga, istirahat, belanja dan sebagainya, namun di tengah-tengah positif vibes ini sedikit diganggu oleh sekelompok pengamen, terpantau 2 orang bergantian menghampiri pengunjung. Yang tidak elok, sikap mereka yg kurang simpatik karena sedikit memaksa bahkan ngedumel saat tidak dikasih.
Tentu ini bisa merusak citra positif pariwisata Jogja. Sedikit usul, kalo pun bisa difasilitasi, ada baiknya pengelola pasar menyedikan sebuah stage utk live music akustik bagi para pelaku seni tersebut.
Dengan adanya kabar tersebut dapat membuat citra positif pariwisata di Jogja menjadi menurun, akan ada banyak wisatawan yang memilih untuk pergi ke tempat yang lain akibat ketidaknyamanan di tempat itu. Banyak pengunjung yang trauma untuk datang.
Bahkan dapat membut nama tempat tersebut menjadi jelek.
Sikap para pengamen itu sangat tidak teladan dan harus ada tindak tegas dari pihak berwajib, karna mereka menunjukan sikap arogansi dan semena-mena. Tidak hanya itu mereka juga sering minum minuman beralkohol yang sempat diketahui oleh pengunjung.
“Yang pake topi tuh sering mabok di Malioboro. Pernah liat.” Tulis @AntoAlif6
Tidak tinggal diam, masyarakat mengadukan kejadian tersebut ke Polsek Kraton dan pada (3/9/2024) jajaran Polsek Kraton sedang menindaklajuti laporan tersebut. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi para pengamen yang tidak simpatik terhadap pengunjung, dan Polsek Kraton dapat bertindak tegas. ***
(Raka Meda, Dari berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin