RADAR MALIOBORO – Kabar duka datang dari dunia musik R&B dan soul. Michael Eugene Archer, atau dikenal dengan nama panggung D’Angelo, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (14/10/2025) di New York pada usia 51 tahun, setelah berjuang melawan kanker pankreas. Kabar tersebut dikonfirmasi melalui pernyataan resmi keluarga.
Dalam pernyataan yang dirilis, keluarga D’Angelo menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian sang musisi legendaris.
“Setelah perjuangan panjang dan penuh keberanian melawan kanker, dengan hati hancur kami mengumumkan bahwa D’Angelo telah berpulang,” demikian bunyi pernyataan keluarga D’Angelo, dikutip dari TMZ.
Menurut laporan People, D’Angelo sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa bulan terakhir dan menghabiskan minggu-minggu terakhir hidupnya di fasilitas hospice di New York.
Hospice sendiri merupakan layanan perawatan bagi pasien stadium akhir yang berfokus pada kenyamanan dan dukungan emosional-spiritual, bukan lagi pengobatan medis terhadap penyakitnya.
D’Angelo lahir pada 11 Februari 1974 di Richmond, Virginia, Amerika Serikat. Ia mulai menulis lagu dan bermain musik sejak usia remaja. Karyanya banyak dipengaruhi oleh genre musik gospel, funk, dan R&B klasik.
Namanya mulai dikenal luas pada tahun 1995 melalui album debutnya, Brown Sugar, yang menjadi salah satu karya penanda lahirnya neo-soul, atau genre yang menggabungkan elemen R&B klasik dengan hip-hop dan jazz modern.
Kesuksesan tersebut dengan album Voodoo (2000), yang memenangkan dua Grammy Awards, termasuk Best R&B Album. Video musiknya yang legendaris untuk lagu Untitled (How Does It Feel) juga menjadikan D’Angelo sebagai ikon budaya pop pada awal 2000-an.
Setelah sempat vakum dari dunia musik lebih dari satu dekade karena masalah pribadi dan tekanan industri, D’Angelo kembali dengan album Black Messiah (2014). Karya tersebut banyak dipuji oleh kritikus dan dianggap sebagai salah satu rilisan musik R&B paling penting di abad ke-21. Album Black Messiah mengandung pesan sosial dan politik yang sejalan dengan gerakan Black Lives Matter.
Pengaruh D’Angelo terhadap generasi musisi muda sangat besar. Nama-nama seperti Frank Ocean, Anderson .Paak, dan Daniel Caesar, dan banyak musisi lain menyebut D’Angelo sebagai inspirasi dalam karya mereka. Ia juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama, seperti Lauryn Hill, Raphael Saadiq, dan Erykah Badu.
D’Angelo meninggalkan tiga orang anak, Imani, Michael, dan Morocco Archer. Salah satunya merupakan buah hatinya bersama mendiang Angie Stone, penyanyi yang meninggal awal tahun ini akibat kecelakaan.
Kepergian dari sang musisi memicu gelombang penghormatan dari para rekan di dunia musik. Penyanyi Doja Cat, Lauryn Hill, Beyoncé, dan lainnya turut menyampaikan belasungkawa dan mengenang kontribusi D’Angelo melalui unggahan media sosial.
(Maulina)
Sumber: Beragam sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin