YOGYAKARTA - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terus menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Minggu 14 Desember 2025. Berdasarkan laporan terbaru dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung setinggi 2.968 mdpl ini berada pada tingkat aktivitas Level III (Siaga). Masyarakat di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya seperti guguran lava, awan panas, dan lahar, terutama setelah hujan deras yang terjadi pagi ini.
Pada periode pengamatan dari pukul 00:00 hingga 06:00 WIB, cuaca di sekitar Gunung Merapi dilaporkan mendung disertai hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur, dengan suhu udara berkisar antara 18-20,2°C, kelembaban udara mencapai 99%, dan tekanan udara 870,3-913,8 mmHg. Curah hujan tercatat 2 mm per hari.
Secara visual, gunung tertutup kabut tingkat 0-III, dan tidak teramati adanya asap kawah. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas permukaan relatif tenang, meskipun kegempaan internal tetap aktif.
Laporan BPPTKG mencatat adanya aktivitas gempa sebagai berikut:
- Guguran: Sebanyak 22 kali, dengan amplitudo 2-17 mm dan durasi 72,4-198,66 detik.
- Hybrid/Fase Banyak: Sebanyak 19 kali, dengan amplitudo 2-30 mm, jarak S-P 0,3-0,9 detik, dan durasi 15,95-51,28 detik.
Data ini mengindikasikan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu awan panas guguran di daerah potensi bahaya.
Pagi ini, sekitar pukul 09:15 WIB, BPPTKG melaporkan hujan di lereng selatan Gunung Merapi yang dimulai sejak pukul 08:24 WIB. Curah hujan mencapai 3 mm dengan durasi 50 menit dan intensitas 19 mm/jam. Hujan masih berlangsung hingga laporan terakhir, sehingga meningkatkan risiko banjir lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.
Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan mematuhi rekomendasi resmi. Potensi bahaya utama mencakup:
- Guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km).
- Pada sektor tenggara, Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
- Lontaran material vulkanik hingga radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.
Selain itu, warga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) saat hujan, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik dari erupsi.
BPPTKG menekankan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan ditinjau ulang segera. Tingkat Siaga (Level III) telah berlaku sejak 5 November 2020. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin